Syarat – syarat Salat Jum’at
1. Syarat Wajib Salat Jum’at
Syarat wajib salat jum’at adalah hal-hal yang menyebabkan seseorang wajib untuk melaksanakan salat jum’at. Syarat wajib salat jum’at antara lain :
a. Beragama islam,
b. Baligh,
c. Berakal sehat, orang yang gila tidak diwajibkan salat jum’at,
d. Laki-laki, perempuan tidak diwajibkan salat jum’at,
e. Merdeka,
f. Sehat, tidak wajib bagi orang yang sakit, dan
g. Bermukim, artinya menetap di suatu negara (musafir tidak diwajibkan).
2. Syarat Sah Salat Jum’at
Syarat sah salat jum’at adalah segala sesuatu yang menyebabkan diterimnya salat jum’at. Yang termasuk syarat sah salat jum’at adalah sebagai berikut.
a. Dilaksanakan di tempat yang menetap.
b. Dilaksanakan dengan berjamaah.
c. Dilaksanakan pada waktu Zuhur.
d. Didahului dua khotbah.
Pages
Tampilkan postingan dengan label PAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAI. Tampilkan semua postingan
Salat Jum’at
Salat Jum’at
1. Pengertian Salat Jum’at
Menurut bahasa salat berarti doa, sedangkan menurut istilah salat adalah menghadap jiwa dan raga kepada Allah dengan ikhlas dan khusyuk dangan bentuk perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam menurut tata cara yang telah ditentukan.
Salat jum’at adalah salat dua rakaat yang dilakukan pada hari jum’at pada waktu salat Zuhur dengan didahului dua khotbah dan dilaksanakan secara berjamaah sebagai pengganti salat Zuhur.
2. Hukum Salat Jum’at
Hukum dilaksanakan salat salat jum’at termasuk fardhu’ain, artinya wajib bagi setiap orang lelaki yang baligh, merdeka, dan bermukim pada tempat tertentu. Salat jum’at tidak wajib atas wanita, anak-anak, budak, dan musafir. Bagi wanita melakukan salat jum’at hukumnya sunnah. Wanita yang melaksanakan salat jum’at tidak perlu melaksanakan salat Zuhur. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadis berikut.
a. Al-Qur’an surah Al-Jumu’ah ayat 9 yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan salat pada hari jum’at, maka segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah : 9)
b. “Hendaknya orang-orang itu berhenti dan meninggalkan salat jum’at atau kalau tidak, Allah akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yang lalai.” (HR. Muslim)
c. “sungguh aku berniat menyuruh seseorang (menjadi imam) salat bersama-sama yang lain, kemudian aku akan membakar rumah orang-orang yang meninggalkan salat jum’at.” (HR. Muslim)
d. “salat jum’at itu wajib bagi tiap-tiap muslim, dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil, dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud dan Al-Hakim, hadis shahih.
1. Pengertian Salat Jum’at
Menurut bahasa salat berarti doa, sedangkan menurut istilah salat adalah menghadap jiwa dan raga kepada Allah dengan ikhlas dan khusyuk dangan bentuk perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam menurut tata cara yang telah ditentukan.
Salat jum’at adalah salat dua rakaat yang dilakukan pada hari jum’at pada waktu salat Zuhur dengan didahului dua khotbah dan dilaksanakan secara berjamaah sebagai pengganti salat Zuhur.
2. Hukum Salat Jum’at
Hukum dilaksanakan salat salat jum’at termasuk fardhu’ain, artinya wajib bagi setiap orang lelaki yang baligh, merdeka, dan bermukim pada tempat tertentu. Salat jum’at tidak wajib atas wanita, anak-anak, budak, dan musafir. Bagi wanita melakukan salat jum’at hukumnya sunnah. Wanita yang melaksanakan salat jum’at tidak perlu melaksanakan salat Zuhur. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadis berikut.
a. Al-Qur’an surah Al-Jumu’ah ayat 9 yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan salat pada hari jum’at, maka segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah : 9)
b. “Hendaknya orang-orang itu berhenti dan meninggalkan salat jum’at atau kalau tidak, Allah akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yang lalai.” (HR. Muslim)
c. “sungguh aku berniat menyuruh seseorang (menjadi imam) salat bersama-sama yang lain, kemudian aku akan membakar rumah orang-orang yang meninggalkan salat jum’at.” (HR. Muslim)
d. “salat jum’at itu wajib bagi tiap-tiap muslim, dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil, dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud dan Al-Hakim, hadis shahih.
Salat Jamak dan Qasar
Salat Jamak dan Qasar
1. Pengertian Salat Jamak dan Qasar
Islam adalah agama Allah SWT yang banyak memberikan kemudahan kepada para pemeluknya di dalam melakukan berbagai ibadah dan amal salehnya, sebagaimana firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 185, dan Surah Al-Hajj ayat 78.
Sebelum halnya seorang yang tidak memiliki air untuk berwudhu maka ia diperbolehkan tayammum, begitu pula dengan salat yang dapat dilakukan dengan cara dijamak (dirangkap) maupun diqasar (dipotong).
Salat jamak dan qasar adalah suatu keringanan (rukhshah) dari Allah bagi para musafir (orang yang dalam perjalanan) yaitu mereka dapat melaksanakan salat jamak dan qasar.
a. Salat Jamak
Salat jamak artinya salat yang dikumpulkan atau digabungkan, maksudnya, salat yang dikumpulkan dalam satu waktu, misalnya zuhur dengan asar atau magrib dengan isya. Adapun salat subuh tidak boleh dijamak dengan salat wajib yang lain.
Salat yang bisa dijamak adalah salat Zuhur dengan Asar, dan salat Magrib dengan Isya. Adapun salat jamak dibagi menjadi 2 macam, yaitu sebagai berikut.
1) Jamak taqdim, yaitu melaksanakan dua salat fardu dalam 1 waktu dan dilakukan pada waktu salat pertama. Contoh: salat Zuhur dan Magrib dijamak, dan dikerjakan pada waktu Zuhur.
2) Jamak takdim, yaitu salat jamak yang dilakukan pada waktu salat yang kedua. Contoh: salat Magrib dan Isya dijamak, dan dikerjakan pada waktu Isya.
Adapun kaifiyyat/tata cara salat jamak yaitu mendirikan salat yang pertama terlabih dahulu (misalnya: Zuhur/Magrib) sebanyak 4 atau 3 rakaat, kemudian melaksanakan salat yang kedua (Asar/Isya) sebanyak 4 rakaat.
b. Salat Qasar
Salat qasar, artinya salat yang diringkas. Maksudnya salat yang empat rakaat sepert Zuhur di ringkas menjadi dua rakaat, Asar menjadi dua rakaat, dan Isya diringkas menjadi dua rakaat, dikerjakan pada waktunya masing-masing. Adapun Magrib todak bisa diringkas dan salat Subuh selain iti todak bisa dijamak, juga tidak bisa diringkas.
Adapun syarat-syarat salat qasar adalah sebagai berikut.
1) Musafir (tetapi bukan perjalanan untuk berbuat maksiat).
2) Jarak yang ditempuh ± 81 km.
3) Berniat mengqasar salat pada saat takbiratul ihram.
4) Tidak berimam kepada orang yang salat dengan sempurna.
5) Dilakukan sesudah melewati batas kota/ desa asal.
c. Salat Jamak Qasar
Salat jamak qasar adalah menggabungkan (menjamak) dua salat fardu dalam satu waktu sekaligus meringkas (mengqasar) rakaatnya yang semuka empat rakaat menjadi dua rakaat.
Pada intinya, cara melakukan salat jamak qasar adalah sebagai berikut.
1) Kita melakukan salat jamak qasar dengan tertib, yaitu mendahulukan salat Zuhur dari salat Asar, dan mendahulukan salat Magrib dari salat Isya.
2) Kita melakukan secara berturut-turut antara dua salat. Artinya setelah selesai mengerjakan salat yang pertama, kita segera mengerjakan salat yang kedua.
3) Kita berniat melakukan salat jamak qasar.
1. Pengertian Salat Jamak dan Qasar
Islam adalah agama Allah SWT yang banyak memberikan kemudahan kepada para pemeluknya di dalam melakukan berbagai ibadah dan amal salehnya, sebagaimana firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 185, dan Surah Al-Hajj ayat 78.
Sebelum halnya seorang yang tidak memiliki air untuk berwudhu maka ia diperbolehkan tayammum, begitu pula dengan salat yang dapat dilakukan dengan cara dijamak (dirangkap) maupun diqasar (dipotong).
Salat jamak dan qasar adalah suatu keringanan (rukhshah) dari Allah bagi para musafir (orang yang dalam perjalanan) yaitu mereka dapat melaksanakan salat jamak dan qasar.
a. Salat Jamak
Salat jamak artinya salat yang dikumpulkan atau digabungkan, maksudnya, salat yang dikumpulkan dalam satu waktu, misalnya zuhur dengan asar atau magrib dengan isya. Adapun salat subuh tidak boleh dijamak dengan salat wajib yang lain.
Salat yang bisa dijamak adalah salat Zuhur dengan Asar, dan salat Magrib dengan Isya. Adapun salat jamak dibagi menjadi 2 macam, yaitu sebagai berikut.
1) Jamak taqdim, yaitu melaksanakan dua salat fardu dalam 1 waktu dan dilakukan pada waktu salat pertama. Contoh: salat Zuhur dan Magrib dijamak, dan dikerjakan pada waktu Zuhur.
2) Jamak takdim, yaitu salat jamak yang dilakukan pada waktu salat yang kedua. Contoh: salat Magrib dan Isya dijamak, dan dikerjakan pada waktu Isya.
Adapun kaifiyyat/tata cara salat jamak yaitu mendirikan salat yang pertama terlabih dahulu (misalnya: Zuhur/Magrib) sebanyak 4 atau 3 rakaat, kemudian melaksanakan salat yang kedua (Asar/Isya) sebanyak 4 rakaat.
b. Salat Qasar
Salat qasar, artinya salat yang diringkas. Maksudnya salat yang empat rakaat sepert Zuhur di ringkas menjadi dua rakaat, Asar menjadi dua rakaat, dan Isya diringkas menjadi dua rakaat, dikerjakan pada waktunya masing-masing. Adapun Magrib todak bisa diringkas dan salat Subuh selain iti todak bisa dijamak, juga tidak bisa diringkas.
Adapun syarat-syarat salat qasar adalah sebagai berikut.
1) Musafir (tetapi bukan perjalanan untuk berbuat maksiat).
2) Jarak yang ditempuh ± 81 km.
3) Berniat mengqasar salat pada saat takbiratul ihram.
4) Tidak berimam kepada orang yang salat dengan sempurna.
5) Dilakukan sesudah melewati batas kota/ desa asal.
c. Salat Jamak Qasar
Salat jamak qasar adalah menggabungkan (menjamak) dua salat fardu dalam satu waktu sekaligus meringkas (mengqasar) rakaatnya yang semuka empat rakaat menjadi dua rakaat.
Pada intinya, cara melakukan salat jamak qasar adalah sebagai berikut.
1) Kita melakukan salat jamak qasar dengan tertib, yaitu mendahulukan salat Zuhur dari salat Asar, dan mendahulukan salat Magrib dari salat Isya.
2) Kita melakukan secara berturut-turut antara dua salat. Artinya setelah selesai mengerjakan salat yang pertama, kita segera mengerjakan salat yang kedua.
3) Kita berniat melakukan salat jamak qasar.
Misi Dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah
Misi Dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah
A. Kerasulan Nabi Muhammad untuk Menyempurnakan Akhlak
Pada dasarnya semua rasul membawa sejumlah misi yang secara umum bertujuan untuk membawa manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Adapun misi Nabi Muhammad SAW yang tidak terlepas dari kerasulannya yaitu menyempurnakan akhlak manusia dan membawa rahmat bagi alam semesta.
Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab telah menganut berbagai macam agama, adat istiadat, peraturan-paraturan hidup dan akhlak yang tidak terpuji. Akan tetapi, dengan kehadiran Nabi Muhammad SAW telah membawa perubahan dalam kehidupan, sehingga bangsa Arab berubah menjadi damai dan tentram.
Disaat bangsa Arab terbelengga dalam kemaksiatan, maka Allah mengutus seorang rasul yang berasal dari suku Quraisy, yang bernama Muhammad. Nabi Muhammad diutus oleh Allah pada tahun 611 M, sewaktu beliau berusia 40 tahun. Wahyu pertam yang diturunkan adalah Surat Al-Alaq ayat 1 – 5 bertempat di Gua Hira.
Setalah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, maka secara resmi beliau di angkat menjadi rasul olah Allah SWT. Jauh sebelum kerasulannya Nabi Muhammad SAW, Allah SWT telah mengutus Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S untuk membina bangsa Arab menjadi orang yang beriman. Bahkan kedu rasul tersebut juga di perintah Allah SWT untuk membangun Ka’bah di Mekah. Namun, dengan berjalannya waktu keimana masyarakat Mekah menjadi luntur dan berubah menjadi kemusyrikan dengan menyembah patung dan berhala.
Nabi Muhammad SAW sebagai rasul, berusaha memperbaiki akhlak masyarakat Mekah. Allah mengutus rasul yang semenjak kecil di kenal oleh masyarakat yang sangat mulia akhlaknya. Nabi Muhammad di kenal sebagai orang yang mempunyai kepribadian baik, penampilannya sederhana, bersahaja, dan berwibawa.
Keteladanan kepribadian rasul diantaranya : berlaku jujur, sangat penyabar dan pemaaf, pekerja keras dan mandiri, serta romantis.
B. Dakwah Nabi Muhammad di Mekah
Dakwah Nadi Muhammad diMekah di mulai dari sanak keluarga dan kerabat dekat. Kurang lebih 3 tahun ada 39 orang yang menyatakan masuk Islam, kemudian menyusul sahabat-sahabat Nabo masuk Islam. Surat Al-Hijr ayat 94 memerintahkuan agar rasul berdakwah secara terang-terangan, akan tetapi orang-orang kafir Quraisy di mekah menentang ajaran Nabi Muhammad SAW tersebut. Untuk mencegah dakwah Nabi, para pemimpin Quraisy melakukan tindakan kekerasan dan siksaan pada para budak-budak yang masuk Islam. Sehingga banyak pemeluk agama Islam yang mati. Kekejaman yang dilakukan kafir Quraisy terhadap kaum muslimin mendorong Nabi untuk mengungsikan sahabat-sahabatnya keluar Mekah sehingga pada tahun ke-5, kerasulan Nabi menetapkan Habsyah (Etiopia) sebagai tempat pengungsian. Di tengan kekejaman itu, orang kuat Quraisy masuk Islam, yaitu Hamzah dan Umar bin Khatab.
C. Meneladani Dakwah Rasul
Masyarakat Mekah di kenal sebagai masyarakat jahiliyah yang artinya tidak tau dan sesat dari agama Allah yaitu Islam. Masyarakat Arab jahiliyah sebelum kedatangan Islam, mereka menganut berbagai kepercayaan, seperti menyembah berhala. Selama 13 tahun Nabi Muhammad berdakwah di Mekah, berbagai rintangan dan reaksi yang beliau hadapi dari masyarakat Arab jahiliyah. Akan tetapi berkat kesungguhan, dan keiklasan yang kuat, akhirnya beliau berhasil mengubah cara hidup masyarakat Arab Mekah menjadi mentauhidkan agama Allah SWT, yaitu Islam. Slah satu perubahan yang sibawa Rasulullah SWT, yaitu masyarakat Arab menyembah hanya kepada Allah SWT, dan meninggalkan perbuatan syirik. Berkah keluhuran hati Nabi Muhammad SAW dalam menyiarkan agama Islam yang berdasarkan petunjuk Allah SWT, berupa dakwah yang isinya mengajak manusia ke jalan yang benar. Beberapa perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para shobat dalam menghadapi masyarakat Mekah, yaitu tentang pembebasan Mekah. Yang akhirnya kota Mekah dapat dibebaskan dan kekuasaan seluruh wilayah Jazirah Arab berada dalam kekuasaan umat manusia.
A. Kerasulan Nabi Muhammad untuk Menyempurnakan Akhlak
Pada dasarnya semua rasul membawa sejumlah misi yang secara umum bertujuan untuk membawa manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Adapun misi Nabi Muhammad SAW yang tidak terlepas dari kerasulannya yaitu menyempurnakan akhlak manusia dan membawa rahmat bagi alam semesta.
Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab telah menganut berbagai macam agama, adat istiadat, peraturan-paraturan hidup dan akhlak yang tidak terpuji. Akan tetapi, dengan kehadiran Nabi Muhammad SAW telah membawa perubahan dalam kehidupan, sehingga bangsa Arab berubah menjadi damai dan tentram.
Disaat bangsa Arab terbelengga dalam kemaksiatan, maka Allah mengutus seorang rasul yang berasal dari suku Quraisy, yang bernama Muhammad. Nabi Muhammad diutus oleh Allah pada tahun 611 M, sewaktu beliau berusia 40 tahun. Wahyu pertam yang diturunkan adalah Surat Al-Alaq ayat 1 – 5 bertempat di Gua Hira.
Setalah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, maka secara resmi beliau di angkat menjadi rasul olah Allah SWT. Jauh sebelum kerasulannya Nabi Muhammad SAW, Allah SWT telah mengutus Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S untuk membina bangsa Arab menjadi orang yang beriman. Bahkan kedu rasul tersebut juga di perintah Allah SWT untuk membangun Ka’bah di Mekah. Namun, dengan berjalannya waktu keimana masyarakat Mekah menjadi luntur dan berubah menjadi kemusyrikan dengan menyembah patung dan berhala.
Nabi Muhammad SAW sebagai rasul, berusaha memperbaiki akhlak masyarakat Mekah. Allah mengutus rasul yang semenjak kecil di kenal oleh masyarakat yang sangat mulia akhlaknya. Nabi Muhammad di kenal sebagai orang yang mempunyai kepribadian baik, penampilannya sederhana, bersahaja, dan berwibawa.
Keteladanan kepribadian rasul diantaranya : berlaku jujur, sangat penyabar dan pemaaf, pekerja keras dan mandiri, serta romantis.
B. Dakwah Nabi Muhammad di Mekah
Dakwah Nadi Muhammad diMekah di mulai dari sanak keluarga dan kerabat dekat. Kurang lebih 3 tahun ada 39 orang yang menyatakan masuk Islam, kemudian menyusul sahabat-sahabat Nabo masuk Islam. Surat Al-Hijr ayat 94 memerintahkuan agar rasul berdakwah secara terang-terangan, akan tetapi orang-orang kafir Quraisy di mekah menentang ajaran Nabi Muhammad SAW tersebut. Untuk mencegah dakwah Nabi, para pemimpin Quraisy melakukan tindakan kekerasan dan siksaan pada para budak-budak yang masuk Islam. Sehingga banyak pemeluk agama Islam yang mati. Kekejaman yang dilakukan kafir Quraisy terhadap kaum muslimin mendorong Nabi untuk mengungsikan sahabat-sahabatnya keluar Mekah sehingga pada tahun ke-5, kerasulan Nabi menetapkan Habsyah (Etiopia) sebagai tempat pengungsian. Di tengan kekejaman itu, orang kuat Quraisy masuk Islam, yaitu Hamzah dan Umar bin Khatab.
C. Meneladani Dakwah Rasul
Masyarakat Mekah di kenal sebagai masyarakat jahiliyah yang artinya tidak tau dan sesat dari agama Allah yaitu Islam. Masyarakat Arab jahiliyah sebelum kedatangan Islam, mereka menganut berbagai kepercayaan, seperti menyembah berhala. Selama 13 tahun Nabi Muhammad berdakwah di Mekah, berbagai rintangan dan reaksi yang beliau hadapi dari masyarakat Arab jahiliyah. Akan tetapi berkat kesungguhan, dan keiklasan yang kuat, akhirnya beliau berhasil mengubah cara hidup masyarakat Arab Mekah menjadi mentauhidkan agama Allah SWT, yaitu Islam. Slah satu perubahan yang sibawa Rasulullah SWT, yaitu masyarakat Arab menyembah hanya kepada Allah SWT, dan meninggalkan perbuatan syirik. Berkah keluhuran hati Nabi Muhammad SAW dalam menyiarkan agama Islam yang berdasarkan petunjuk Allah SWT, berupa dakwah yang isinya mengajak manusia ke jalan yang benar. Beberapa perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para shobat dalam menghadapi masyarakat Mekah, yaitu tentang pembebasan Mekah. Yang akhirnya kota Mekah dapat dibebaskan dan kekuasaan seluruh wilayah Jazirah Arab berada dalam kekuasaan umat manusia.
IMAN KEPADA MALAIKAT
IMAN KEPADA MALAIKAT
A. Pengertian Iman Kepada Malaikat
Iman kepada malaikat berarti mempercayai adanya malaikat Allah yang mempunyai tugas untuk melaksanakan segala perintah-Nya. Beriman kepada malaikat merupakan salah satu rukun iman. Apabila seorang yang tidak mempercayai adanya malaikat maka ia termasuk golongan orang yang tidak beriman.
Cara beriman kepaa malaikat adalah dengan mengenal dan mengetahui sifat dan tugas masing-masing malaikat. Dengan mangetahui sifat dan tugas tersebut, kita dapat meyakini bahwa malaikat benar-benar ada.
Keberadaan malaikat, sebagaimana makhluk Allah yang gaib lainnya, tidak tampak oleh indra manusia. Kita mengetahui malaikat melalui penjelasan dalam Al-Qur’an da katerabgab hadis.
B. Nama-nama Malaikat dan Tugasnya
Dalam ajaran agama islam terdaoat 10 malaikat yang wajib kita ketahui dari banyak malaikat yang ada didunia dan akhirat yang tidak kita ketahui, yaitu antara lain sebagai berikut.
1. Malaikat Jibril, yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul.
2. Malaikat Mikail, yang bertugas memberi rezeki pada manusia.
3. Malaikat Israfil, yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.
4. Malaikat Izrail, yang bertanggung jawab mencabut nyawa.
5. Malaikat Munkar, yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.
6. Malaikat Nakir, yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.
7. Malaikat Raqib, yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.
8. Malaikat Atid, yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala perbuatan buruk/jahat manusia ketika hidup.
9. Malaikat Malik, yang memeliki tugas untuk menjaga pintu neraka.
10. Malaikat Ridwan, yang berwenang untuk menjaga pintu surga.
C. Sifat-sifat Dasar Malaikat
Untuk mengenal malaikat, maka kita perlu mengenal sifat-sifatnya, yang dapat kita ketahui melalui Al-Qur’an. Sifat-sifat malaikat tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Malaikat Diciptakan dari Cahaya
“Para malaikat diciptakan Allah dari cahaya, dan diciptakan-Nya jin dari api, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang dijelaskan paa kalian.” (HR. Muslim dari Aisyah r.a.)
Karena malaikat diciptakan dari cahaya, maka mereka mewarisi sifat cahaya, sebagaimana menusia mewarisi sifat tanah. Para malaikat tidak bisa kita lihat, dan mampu bergerak secepat cahaya.
2. Malaikat Mempunyai Kemampuan yang Luar Biasa dengan Izin-Nya
Di antara kemampuan malaikat, mereka bisa berubah wujud, bahkan mampu mengangkat singgasana (‘arsy) Allah.
“...Dan, pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqqah : 16).
3. Para Malaikat Diciptakan Sebelum Penciptaan Manusia
Hal ini nampak dengan jelas tersirat pada surat Al-Baqarah : 30. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi’. Mereka berkata: ‘Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padalah kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
4. Malaikat Selalu Patuh dan Taat Kepada Allah
Mereka senantiasa bertaqarrub kepada Allah dan sangat takut kepada-Nya. “Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.” (Al-A’rah : 206)
5. Malaikat Dijadikan Allah Sebagai Penyampai Wahyu Kepada Siapa yang Dihendaki-Nya
“Dia menurunkan para malaikat dengan membawa wahyu dengan perintah-Nya, kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya;’Perintahkanlah olehmu sekalian bahwasanya tidak ada Tuhan yang hak melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku’.”(An-Nahl : 2)
6. Di antara Para Malaikat Ada yang Bertugas Menyertai Manusia
Salah satu tugas malaikat tersebut adalah mencatat perbuatan orang-orang mukallaf, tanpa lalai sedikit pun. Sesuai firman Allah sebagai berikut.
“(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan lainnya duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 17-18)
Selain itu ada pula malaikat yang menjaga kita dari bencana atau dampak negatif.
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah...” (Ar-Ra’d : 11)
7. Jumlah Malaikat Sangatlah Banyak, Tiada yang Mengetahui Kecuali Dia
Firman Allah :
“...Dan tiada ada yang mengetahui tentang Tuhanmu melainkan Dia sendiri...”(Al Muddatstir : 31)
Bahkan dalam sebuah hadis shahih, dikisahkan Rasulullah bersabda : “Bisinglah (suasana) di langit, dan memang sudah semestinya demikian. Tidaklah ada tempat pijakan telapak kaki kecuali terdapat padanya malaikat bersujud atau berukuk.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ath Thabari, dan sebangainya.
D. Perbedaan Malaikat dengan Makhluk Gaib yang lain
Malaikat dan makhluk gaib lainnya, seperti jin, iblis, dan setan sama-sama ciptaan Allah SWT untuk menghambakan diri kepada-Nya. Persamaan dan perbedaan malaikat dengan jin, iblis, setan adalah sebagai berikut.
No. Malaikat No. Jin, Iblis, dan Setan
1. Diciptakan dari cahaya 1. Diciptakan dari api dan nyala api
2. Tidak makan, minum, tidur 2. Perlu makan, minum, tidur
3. Suci dari dosa 3. Tidak lepas dari dosa
4. Pikirannya statis 4. Pikirannya berubah-ubah
5. Tidak mempunyai nafsu 5. Mempunyai nafsu
6. Selalu taat kepada Allah SWT 6. Selalu ingkar kepada Allah SWT (Kecuali jin, ada yang taat dan ada yang ingkar.
A. Pengertian Iman Kepada Malaikat
Iman kepada malaikat berarti mempercayai adanya malaikat Allah yang mempunyai tugas untuk melaksanakan segala perintah-Nya. Beriman kepada malaikat merupakan salah satu rukun iman. Apabila seorang yang tidak mempercayai adanya malaikat maka ia termasuk golongan orang yang tidak beriman.
Cara beriman kepaa malaikat adalah dengan mengenal dan mengetahui sifat dan tugas masing-masing malaikat. Dengan mangetahui sifat dan tugas tersebut, kita dapat meyakini bahwa malaikat benar-benar ada.
Keberadaan malaikat, sebagaimana makhluk Allah yang gaib lainnya, tidak tampak oleh indra manusia. Kita mengetahui malaikat melalui penjelasan dalam Al-Qur’an da katerabgab hadis.
B. Nama-nama Malaikat dan Tugasnya
Dalam ajaran agama islam terdaoat 10 malaikat yang wajib kita ketahui dari banyak malaikat yang ada didunia dan akhirat yang tidak kita ketahui, yaitu antara lain sebagai berikut.
1. Malaikat Jibril, yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul.
2. Malaikat Mikail, yang bertugas memberi rezeki pada manusia.
3. Malaikat Israfil, yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.
4. Malaikat Izrail, yang bertanggung jawab mencabut nyawa.
5. Malaikat Munkar, yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.
6. Malaikat Nakir, yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.
7. Malaikat Raqib, yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.
8. Malaikat Atid, yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala perbuatan buruk/jahat manusia ketika hidup.
9. Malaikat Malik, yang memeliki tugas untuk menjaga pintu neraka.
10. Malaikat Ridwan, yang berwenang untuk menjaga pintu surga.
C. Sifat-sifat Dasar Malaikat
Untuk mengenal malaikat, maka kita perlu mengenal sifat-sifatnya, yang dapat kita ketahui melalui Al-Qur’an. Sifat-sifat malaikat tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Malaikat Diciptakan dari Cahaya
“Para malaikat diciptakan Allah dari cahaya, dan diciptakan-Nya jin dari api, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang dijelaskan paa kalian.” (HR. Muslim dari Aisyah r.a.)
Karena malaikat diciptakan dari cahaya, maka mereka mewarisi sifat cahaya, sebagaimana menusia mewarisi sifat tanah. Para malaikat tidak bisa kita lihat, dan mampu bergerak secepat cahaya.
2. Malaikat Mempunyai Kemampuan yang Luar Biasa dengan Izin-Nya
Di antara kemampuan malaikat, mereka bisa berubah wujud, bahkan mampu mengangkat singgasana (‘arsy) Allah.
“...Dan, pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqqah : 16).
3. Para Malaikat Diciptakan Sebelum Penciptaan Manusia
Hal ini nampak dengan jelas tersirat pada surat Al-Baqarah : 30. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi’. Mereka berkata: ‘Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padalah kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
4. Malaikat Selalu Patuh dan Taat Kepada Allah
Mereka senantiasa bertaqarrub kepada Allah dan sangat takut kepada-Nya. “Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.” (Al-A’rah : 206)
5. Malaikat Dijadikan Allah Sebagai Penyampai Wahyu Kepada Siapa yang Dihendaki-Nya
“Dia menurunkan para malaikat dengan membawa wahyu dengan perintah-Nya, kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya;’Perintahkanlah olehmu sekalian bahwasanya tidak ada Tuhan yang hak melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku’.”(An-Nahl : 2)
6. Di antara Para Malaikat Ada yang Bertugas Menyertai Manusia
Salah satu tugas malaikat tersebut adalah mencatat perbuatan orang-orang mukallaf, tanpa lalai sedikit pun. Sesuai firman Allah sebagai berikut.
“(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan lainnya duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 17-18)
Selain itu ada pula malaikat yang menjaga kita dari bencana atau dampak negatif.
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah...” (Ar-Ra’d : 11)
7. Jumlah Malaikat Sangatlah Banyak, Tiada yang Mengetahui Kecuali Dia
Firman Allah :
“...Dan tiada ada yang mengetahui tentang Tuhanmu melainkan Dia sendiri...”(Al Muddatstir : 31)
Bahkan dalam sebuah hadis shahih, dikisahkan Rasulullah bersabda : “Bisinglah (suasana) di langit, dan memang sudah semestinya demikian. Tidaklah ada tempat pijakan telapak kaki kecuali terdapat padanya malaikat bersujud atau berukuk.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ath Thabari, dan sebangainya.
D. Perbedaan Malaikat dengan Makhluk Gaib yang lain
Malaikat dan makhluk gaib lainnya, seperti jin, iblis, dan setan sama-sama ciptaan Allah SWT untuk menghambakan diri kepada-Nya. Persamaan dan perbedaan malaikat dengan jin, iblis, setan adalah sebagai berikut.
No. Malaikat No. Jin, Iblis, dan Setan
1. Diciptakan dari cahaya 1. Diciptakan dari api dan nyala api
2. Tidak makan, minum, tidur 2. Perlu makan, minum, tidur
3. Suci dari dosa 3. Tidak lepas dari dosa
4. Pikirannya statis 4. Pikirannya berubah-ubah
5. Tidak mempunyai nafsu 5. Mempunyai nafsu
6. Selalu taat kepada Allah SWT 6. Selalu ingkar kepada Allah SWT (Kecuali jin, ada yang taat dan ada yang ingkar.
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Subscription
Search this blog
Labels
Popular Posts
-
CARA MEMBUKA DAN MENUTUP MICROSOFT WORD Membuka microsoft Word ada tiga cara membuka microsoft word , yaitu : Melalui Menu start ...
-
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia adalah organisasi yang bergerak dalam bidang penegakan HAM. YLBHI sebagai lembaga yang bergerak dala...
-
Pencintraan / pengindraan adalah proses pemilihan atau penyususnan kata yang dapat membangkitkan pengalaman sensoris (indrawi) seperti pengl...
-
Persebaran Iklim di Indonesia Indonesia terletak di antara 231⁄2oLU - 231⁄2oLS sehingga disebut dengan tropis. Menurut Koppen, daerah tropis...
-
PENGERTIAN KOEFISIEN, VARIABEL, KONSTANTA, DAN SUKU 1. Variabel Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui n...
-
Syarat – syarat Salat Jum’at 1. Syarat Wajib Salat Jum’at Syarat wajib salat jum’at adalah hal-hal yang menyebabkan seseorang wajib untuk...
-
MATEMATIKA HIMPUNAN 1. Diketahui : A = { Bilangan genap antara 30 dan 100} dan B = { Bilangan kuadrat yang lebih dari 25 }. a....
-
Sifat Fisis Atmosfer Salah satu objek geografi adalah atmosfer. Apa atmosfer itu ? Di atas permukaan bumi terdapat lapisan udara. Lapisan ud...
-
Misi Dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah A. Kerasulan Nabi Muhammad untuk Menyempurnakan Akhlak Pada dasarnya semua rasul membawa sejumlah ...
-
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dibentuk berdasarkan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Keppres No. 77 Tahun 2003....
Diberdayakan oleh Blogger.



