Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Peninggalan Sejarah Bercorak Islam di Indonesia


Peninggalan-peninggalan sejarah yang bercorak islam di Indonesia, antara lain, seni bangunan, seni pahat dan seni ukir, seni sastra, seni pertunjukan serta tradisi dan upacara.
1.    Seni Bangunan, Seni Pahat, dan Seni Ukir
Untuk peninggalan sejarah Islam dari seni bangunan, seni pahat dan seni ukir yang sampai sekarang diabadikan sebagai hasil budaya Islam adalah masjid, keraton, makam, dan kaligrafi.
a.    Masjid
Masjid bermakna tempat sujud, yakni tempat orang yang melakukan salat menurut agarn Islam. Masjid adalah bangunan suci tempat umat muslim beribadah atau melakukan salat.
Berikut beberapa hal yang menarik dan menjadi corak khas dari bangunan masjid-masjid kuno di Indonesia.
1)    Masjid mempunyai denah bujur sangkar.
2)    Pada sisi barat terdapat bangunan yang menonjol untuk mihrab.
3)    Di kedua sisi masjid kadangkala ada serambi di atas fondasi yang agak tinggi.
4)    Atap masjid kebanyakan berapat tumpang (atap yang tersusun, semakin ke atas semakin kecil, dan yang paling atas berbentuk limas).
5)    Halaman masjid dikelilingi pagar tembok dengan satu atau dua pintu gerbang.
6)    Di dalam masjid terdapat barisan tiang yang mengelilingi empat tiang induk yang di sebut saka guru.
7)    Di kiri atau kanan masjid terdapat menara sebagai tempat menyerukan panggilan salat.
8)    Letak masjid tepat di tengah-tengah kota atau dekat dengan istana.
9)    Di sekitar masjid (kecuali bagian barat) biasanya terdapat tanah lapang (alun-alun).
Berikut beberapa masjid peninggalan sejarah Islam, yaitu sebagai berikut.
1)    Masjid Demak di daerah Kadilangu, Demak, Jawa Tengah. Masjid Demak di bangun pada masa pemerintahan Raden Patah dengan bantuan wali sanga, yaitu Sunan Ampel dan Sunan Kalijaga. Keunikan masjid Demak terletak pada salah satu tiang utamanya yang terbuat dari pecahan-pecahan kayu yang di sebut saka tatal.
2)    Masjid Kudus di daerah Kudus, Jawa Tengah. Arsitektur menara masjid masih memiliki kemiripan dengan corak dengan arsitektur candi Hindu. Sunan Kudus ikut serta dalam pembangunan Masjid  Kudus.
3)    Masjid Banten di Serang, Banten. Arsitektur ini memiliki kemiripan dengan arsitektur bangunan Eropa. Hal ini disebabkan karena menara Masjid Banten dibangun oleh arsitek berkebangsaan Belanda, Cardel.
4)    Masjid Cirebon di Cirebon. Masjid ini memiliki atap bertingkat (dua tingkat). Masjid Cirebon didirikan pada abad ke-16 M, pada waktu Kerajaan Cirebon berkuasa.
b.    Keraton
Keraton adalah tempat untuk melakukan kegiatan-kegiatan pentinga yang menyangkut urusan kerajaan. Di keraton, sultan beserta keluarganya tinggal. Keraton dibangun sebagai lambang pusat kekuasaan pemerintahan.
Pada umumnya, keraton-keraton dibangun mengarah ke utara atau agak mengarah ke utara. Bangunan utama keraton biasanya dikelilingi pagar tembok, parir, atau sungai kecil buatan.
Halaman keraton di bagi menjadi ke dalam tiga bagian. Bagian yang paling belakang amat disakralkan dan tidak boleh sembarang orang memasukinya. Di depan keraton terdapat lapangan luas yang disebut alun-alun. Biasanya di tengah alun-alun ditanam pohon beringin sebagai lambang pengayoman sultan terhadap rakyatnya.
Peninggalan sejarah berupa keraton sebagai berikut.
1)    Karaton Cirebon, didirikan oleh Syarif Hidayatullah pada tahun 1636. Letaknya di kota Cirebon sekarang.
2)    Istana Raja Gowa, terdapat di Sulawesi Selatan. Istana kerajaan Islam ini sampai sekarang masih bisa kita saksikan.
3)    Istan Keraton Surakarta. Kerajaan Surakarta terbentuk berdasarkan Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.
4)    Keraton Jogjakarta. Pada mulanya Kerajaan Jogjakarta merupakan wilayah Kerajaan Mataram. Kemudian berdasarkan Perjanjian Giyanti tahun 1755 didirikan Kerajaan Jogjakarta dengan rajanya yang pertama Hamengku Buwono I.
5)    Istana Mangkunegaran, merupakan bangunan kerajaan yang terbentuk berdasarkan Perjanjian Salatiga tahun 1767.
c.    Makam
Makam merupakan tempat kediaman terakhir seseorang yang telah meninggal. Setelah diadakan upacara jenazah pada hari ke-100, biasanya bangunan makam terlihat lengkap dan dibuat secara permanen, terutama makam raja atau kalangan bangsawan. Makam kuno bercorak Islam terdiri dari jirat (kijing), nisan, cungkub.
1)    Jirat atau kijing adalah bangunan yang dibuat dari batu atau tembokan yang berbentuk persegi panjang dengan arah lintang utara-selatan.
2)    Nisan adalah tongkak pendek dari batu yang ditanam di atas gundukan tanah sebagai tanpa kubur yang biasanya dipasang di ujung utara dan selatan jirat.
3)    Cungkub adalah bangunan mirip rumah yang berada di atas jirat.
Contoh makam kuno bercorak Islam adalam makam Fatimah binti Maimun dan makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik, serta makam Sultan Malik as-Saleh di Pasai, Aceh.
Peninggalan makam-makam tertua di Indonesia dibagi kedalam dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
1)    Makam-makam asing yang nisan dan jiratnya berasal dari luar negeri.
2)    Makam asli Indonesia, yaitu makam yang dibuat oleh orang Indonesia sendiri. Makam ini jumlahnya sangat banyak, seperti Troloyo (Mojokerto, Jawa Timur).
d.    Kaligrafi
Seni kaligrafi mulai berkembang pada abad ke-16. Kaligrafi adalah suatu karya seni rupa (melukis atau mengukir) indah berupa huruf-huruf Arab tentang ayat-ayat sucu Al-Qur’an. Kaligrafi ini dirangkai sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk-bentuk tertentu (misalnya masjid, bunga, atau lainnya). Kaligrafi dapat dibuat pada berbagai media, seperti kayu, kertas, batu, bambu, plastik, dan kanvas.
Contoh kaligrafi, antara lain, kaligrafi pada nisan, kaligrafi bentuk wayang dari Cirebon, dan kaligrafi bentuk hiasan.
2.    Seni Sastra
Di Indonesia, peninggalan karya sastra dibagi dalam empak kelompok sebagai berikut.
a.    Hikayat adalah karya sastra berupa cerita atau dongeng yang dibuat sebagai wahana pelipur lara atau pembangkit semangat juang. Contoh hikayat: Hang Tuah, hikayat Amir Hamzah, dan hikayat Raja-Raja Pasai. Hikayat Raja-Raja Pasai dibuat sekitar abad ke-15 M. Isinya mengenai riwayat raja-raya yang pernah memerintah Samudera Pasai.
b.    Babad adalah cerita berlatar belakang sejarah yang biasanya lebih berupa cerita semata daripada uraian sejarah yang disertai bukti-bukti atau fakta. Contoh babad Tanah Jawi, babad Giyanti, dan babad Cirebon. Babad Tanah Jawi isinya menceritakan tentang kerajaan-kerajaan di Jawa sejak kerajaan Hindu-Buddha sampai kerajaan-kerajaan Islam, sedangkan babad Cirebon berisi tentang daftar sejarah Cirebon.
c.    Syair adalah puisi lama yang tiap-tiap baitnya terdiri dari empat baris yang berakhir dengan bunyi yang sama. Contoh syair Abdul Muluk dan Gurindam Dua Belas.
1)    Syair Abdul Muluk
Syair Abdul Muluk menceritakan bahwa Raja Abdul Muluk mempunyai dua istri, yaitu Siti Rahmah dan Siti Rafiah. Pada waktu Kerajaan Barbar diserang oleh Kerajaan Hindustan, Siti Rafiah dapat meloloskan diri. Kemudian, berkat bantuan sahabatnya, ia dapat merebut kerajaanya kembali.
2)    Guridam Dua Belas
Guridam Dua Belas ditulis oleh Ali Haji yang berisi nasehat bagi para pemimpin, pegawai, dan rakyat biasa menjadi terhormat dan disegani oleh sesama manusia.
d.    Suluk adalah kitab-kitab yang membetangkan soal-soal tasawuf.kitab suluk merupakan karya sastra tertua peninggakan Kerajaan Islam di Nusantara. Tasawuf sering dihubungkan dengan pengertian suluk yang artinya perjalanan. Alasannya pasa sufi sering mengembara dari tempat satu ke tempat lainnya. Istilah suluk di Indonesia oleh para ahli tasawuf dipakai dalam arti karangan prosa maupun puisi. Istilah suluk kadang-kadang dihubungkan dengan tindakan zikir dan tirakat.
Berikut beberapa suluk yang terkenal.
1)    Suluk Sukarsah, isinya mengisahkan tentang seseorang yang mencari ilmu untuk mendapatkan kesempurnaan.
2)    Suluk Wijil, isinya mengenai wejangan-wejangan Sunan Bolang kepada wijil. Wijil adalah seorang yang kerdil bekas abdi raja Majapahit.
3)    Suluk karya Hamzah Fansuri, yaitu Syair Perahu dan Syair Si Burung Pingai. Dalam Syair Perahu, manusia diibaratkan perahu yang mengarungi lautan zat Tuhan dengan menghadapi segala macam marabahaya yang hanya dapat dihadapi oleh tauhid dan makrifat. Sedangkan dalam Syair Si Burung Pingai, jiwa manusia disamakan dengan seekor burung, tetapi bukan burung ini atau itu, melainkan zat Tuhan.
3.    Seni Pertunjukan
a.    Seni Tari
Di beberapa daerah ada beberapa jenis tarian yang berhubungan dengan nyanyian atau bacaan tertentu berupa selawat atau bacaan brnapaskan Islam lainnya.
1)    Permainan Debus
Permainan debus, yaitu permainan dimana pada puncak acara, para penari menusukkan benda tajam ke tubuhnya, tanpa meninggalkan bekas luka. Tarian ini diawali dengan pembacaan ayat-ayat dalam Al-Qur’an dan selawat nabi. Tarian ini berkembang di Banten, Minangkabau, dan Aceh.
2)    Seudati
Seudati, yaitu sebuah bentuk tarian dari Aceh. Seudati berasal dari kata syaidati yang artinya permainan orang-orang besar. Seudati sering disebut saman yang artinya delapan. Aslinya, tarian ini dimainkan oleh delapan orang penari. Para penari menyanyikan lagu yang isinya, antara lain, selawat nabi.
b.    Seni Gamelan
Pada waktu upacara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dibunyikan gamelan sekaten. Tujuan untuk mengumpulkan orang, dan setelah masyarakat berkumpul, ceramah agama Islam disampaikan. Agar orang-orang lebih tertarik, ditampilkan selingan berupa pertunjukkan tari dengan iringan gamelan. Upacara sekaten dirayakan setiap bulan Maulud (Rabiul Awal) oleh kerajaan-kerajaan yang telah masuk Islam. Sampai sekarang upacara semacam ini masih dilaksanakan, seperti di Surakarta, Jogjakarta, dan Cirebon.
4.    Tradisi dan Upacara
Upacara-upacara keagamaan sampai sekarang masih diselenggarakan adalah peringatan hari-hari besar Islam, seperti Maulud Nabi, Idul fitri, dan Idul adha. Dalam acara garebeg Maulud, didaerah tertentu biasanya disertai dengan membersihkan benda-benda keramat, seperti keris.
Opacara garebeg sangat terkenal di lingkungan masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah dengan Cirebon. Upacara garebeg pertama kali dilaksanakan di Kerajaan Demak, kemudian berkembang sampai Kerajaan Mataram. Upacara itu serkarang dilestarikan di Keraton Surakarta, Jogjakarta, dan Cirebon. Di Cirebon, upacara mirip garebeg dinamakan Panjang Jimat. Panjang Jimat sendiri pasa dasarnya adalah piring dan baki untuk menetapkan makanan yang dibagi-bagikan. Piring dan baki tersebut hanya digunakan sekali dalam setahun.
Pada malam menjelang tanggal 12 Maulud, Panjang Jimat diarak dari keraton menuju masjid dengan diiringi oleh sultan dan seluruh kerabat keraton. Pada dasarnya, maksud dari upacara garebeg itu tidak lain sebagai bentuk syukur dari sultan kepada Tuhan. Sultan mengadakan syukuran karena telah dipercaya untuk memimpin rakyat. Hal ini jelas sesuai dengan ajaran Islam. Akan tetapi, dalam prosesi upacara dan perlengkapan serta saji-sajiannya, tidak terlepas dari aspek budaya sebelumnya, sedangkan doa-doanya menggunakan cara-cara Islam.
Peringatan Maulud di Jogjakarta diramaikan dengan bunyi gamelan sekaten dan pertunjukan lain yang diadakan di alun-alun. Peringatan wafatnya Hasan-Husein yang merupakan pengaruh Islam aliran syiah juga melaksanakan. Pada setiap tanggal 10 Muharam, penduduk membuat bubur sura yang berwarna putih-cokelat. Upacara lainnya, yaitu Isra Mikraj dan Nisfu Syaban dengan acara dakwah, pengajian, Alquran, dan ziarah untuk mendoakan arwah.
Upacara yang berkeitan dengan kehidupan yaitu, kelahiran, perkawinan, dan kematian juga merupakan rutilitas kegiatan masyarakat Islam. Upacara tersebut dipadukan dengan adat istiadat setempat. Seperti akad nikah dilakukan di masjid untuk memenuhi syariah Islam, sedangkan upacara perkawinan dilakukan menurut adat istiadat setempat.


Sifat Fisis Atmosfer

Sifat Fisis Atmosfer
Salah satu objek geografi adalah atmosfer. Apa atmosfer itu ? Di atas permukaan bumi terdapat lapisan udara. Lapisan udara yang menyelubungi bumi adalah atmosfer. Atmosfer tersusun dari beberapa gas. Gas - gas yang menyusun atmosfer disajikan pada Tabel di bawah ini.
No    Nama gas    Simbol    Volume (%)
1.      Nitrogen        N2    78,08
2.      Oksigen         O2    20,95
3.      Argon             Ar    0,93
4.      Karbondioksida    CO2    0,037
5.      Neon              Ne    0,0018
6.      Helium           He    0,0005
7.      Ozon               O3    0,000004
8.      Hidrogen          H    0,00006
9.      Klorofluorokarbon    CFC    0,00000002
10.    Xenon               Xe    0,000009
11.    metana              CH4    0,00017

Atmosfer mempunyai beberapa lapisan udara yang ketebalan dan karakteristiknya berbeda-beda. Beberapa lapisan atmosfer tersebut sebagai berikut.
1.    Troposfer
Lapisan troposfer merupakan lapisan udara yang paling rendah. Lapisan ini di khatulistiwa mempunyai ketebalan berkisar 16 km, di daerah sedang ketebalannya berkisar 11 km, dan di daerah kutub berkisar 8 km. Rata-rata kedalaman lapisan troposfer adalah 12 km. Pada lapisan ini, peristiwa-peristiwa cuaca, seperti angin, awan, dan hujan terjadi. Sushu udara di daerah tropis pada ketinggian 0 m di atas permukaan laut berkisar 27oC, sedangkan di bagian atas yang berbatasan dengan tropopause suhunya berkisar -62oC. Dengan demikian, setiap ada kenaikan tinggi tempak maka suhunya semakin turun. Menurut Teori Braak, setiap naik 100 m maka suhu akan turun 0,61oC.
2.    Stratosfer
Lapisan stratosfer berada di atas tropopause sampai ketinggian berkisar 49 km dari permukaan laut. Pada stratosfer terdapat lapisan isothermal, yaitu pada ketinggian 11-20 km dengan suhu udara beragam ± -60oC dan lapisan inverse pada ketinggian antara 20-49 km. Pada lapisan inverse suhu udara semakin ke atas semakin mingkat dan sampai ketinggian 49 km suhu udara mencapai -5oC. Meningkatnya suhu udara ini disebabkan oleh adanya kandungan gas ozon (O3). Di atas stratosfer terdapat lapisan stratopause yang merupakan pembatas antara stratosfer dengan mesosfer.
3.    Mesosfer
Lapisan mesosfer terdapat pada ketinggian antara 85 km di atas permukaan bumi. Pada lapisan ini setiap naik 1.000 m, suhu udara akan turun 2,5o-3oC, sehingga suhu pada lapisan paling atas mencapai -90oC. Lapisan mesosfer dengan lapisan di atasnya dibatasi oleh lapisan mesopause.
4.    Termosfer
Lapisan ini terletak pada ketinggian antara 85-500 km di atas permukaan bumi yang lebih sering disebut dengan lapisan panas (hot layer). Suhu udara di bagian bawah berkisar -90oC, sedangkan di bagian atas mencapai kurang lebih 1010oC. Pada lapisan ini terdapat lapisan ionosfer yang terletak antara 85-375 km di atas permukaan bumi. Partikel-partikel ion yang dihasilkan pada lapisan ini berfungsi untuk memantulkan gelombang radio, baik gelombang panjang maupun gelombang pendek.
5.    Eksosfer
Lapisan eksosfer berada di atas 500 km di atas permukaan bumi. Molekul-molekul pada lapisan ini selalu bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Pengaruh gravitasi bumi terhadap molekul-molekul di sini sangat kecil, sedangkan pengaruh angkasa luar lebih besar sehingga molekul-molekul yang ada sering meninggalkan atmosfer.

Atmosfer mempunyai peranan besar dalam kehidupan ynag ada di permukaan bumi. Peranan atmosfer tersebut sebagai berikut.
1)    Melindungi bumi dari jatuhnya meteor  atau benda angkasa yang lain.
2)    Menjaga temperatur udara di permukaan bumi agar tetap bermanfaat untuk kehidupan.
3)    Memantulkan gelombang radio.
4)    Selain itu, gas-gas yang ada di atmosfer mempunyai peran masing-masing, sebagai berikut.
a.    Nitrogen untuk pertumbuhan tanaman.
b.    Oksigen untuk pernapasan.
c.    Karbondioksida untuk fotosintesis.
d.    Neon untuk lampu listrik.
e.    Ozon untuk menyerap sebagian radiasi matahari.


Dampak Perbedaan Cuaca dan Iklim terhadap kehidupan Masyarakat

Dampak Perbedaan Cuaca dan Iklim terhadap kehidupan Masyarakat
Perbedaan cuaca atau iklim dari satu tenpat ke tempat lain berpengaruh terhadap kegiatan masyarakat. Pengaruh tersebut antara lain pada jenis pakaian, bentuk rumah, dan mata pencaharian. Perbedaan cuaca atau iklim dipengaruhi oleh perbedaan tempat. Semakin ke arah gunung (tempat tinggi), udara akan semakin dingin dan curah hujan semakin besar. Semakin ke arah daratan rendah maka suhu akan semakin panas demikian juga curah hujan akan semakin kecil.
a.    Pengaruh terhadap jenis pakaian
Penduduk di daerah tropik, menggunakan pakaian yang relatif tipis, karena suhu di daerah ini panas. Di daerah gunung penduduk menggunakan pakaian relatif tebal. Di daerah beriklim sedang penduduk menggunakan pakaian tebal menutup seluruh tubuh.
b.    Pengaruh terhadap bentuk rumah
Rumah-rumah di daerah pantai atau dataran rendah daerah tropis, biasanya banyak ventilasinya, genting terbuat dari tanah. Pada daerah pegunungan yang tinggi yang suhunya dingin, rumah biasanya mempunyai ventilasi yang sedikit dan atapnya benyak tembuat dari seng. Di daerah sedang, rumah hanya sedikit membutuhkan ventilasi bahkan pada saat musim dingin mereka memerlukan penghangat. Agar ruangan tetap hangat, mereka menggunakan tengku penghangat atau mesin pemanas (heater).
c.    Pengaruh terhadap mata pencaharian
Para nelayan, terutama nelayan tradisional, banyak yang memanfaatkan angin darat untuk melaut dan memanfaatkan angin laut untuk mendarat. Para nelayan modern, mereka sudah tidak terpengaruh olrh cuaca, karena mereka dapat menggunakan perahu bermotor. Penduduk do daerah dataran rendah memanfaatkan awal musim penghujan untuk pengolahan tanah pertanian. Sedangkan penduduk di daerah pegunungan sebagian besar bercocok tanam sayur.

Iklim juga merupakan faktor yang menentukan tinggi rendahnya kebudayaan, bahkan kunci peradapan/kebudayaan masyarakat, yaitu karena hal-hal berikut.
a.    Iklim dapat membatasi atau mendukung kegiatan manusia. Misalnya, daerah yang sangat dingin, daerah yang sangat panas atau kering merupakan daerah-daerah yang mempengaruhi dan membatasi bidang-bidang pertanian. Dan daerah yang bersuhu panas dapat melemahkan energi dan aktivitas kerja fisik.
b.    Perubahan iklim berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Misalnya, pada saat musim penghujan demam berdarah. Begitu juga banyak kasus penyakit muntah barak pada musim panas yang banyak hujan.

Persebaran Iklim di Indonesia

Persebaran Iklim di Indonesia
Indonesia terletak di antara 231⁄2oLU - 231⁄2oLS sehingga disebut dengan tropis. Menurut Koppen, daerah tropis termasuk dalam tipe iklim A. Tipe ilkim ini mempunyai persyaratan bahwa suhu udara rata-rata bilan terdingin lebih dari 18oC. Tipe iklim A (hujan tropis) dibagi menjadi tiga tipe, sebagai berikut.
    Hutan hujan tropis (Af)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang memiliki rata-rata curah hujan bulan terkering lebih besar dari 60 mm. Oleh karena itu, hujan di daerah ini lebat. Wilayah Indonesia yang memiliki tipe iklim Af antara lain Sumatera, sebagian kecil Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi Utara.
    Monsun tropika (Am)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang jumlah hijan pada bulan-bulan basah dapat mengimbangi kekurangan air hujan pada bulan-bulan kering. Di daerah ini hutan masih dapat lebat. Di Indonesaia wilayah yang mempunyai tipe iklim Am adalah sebagian besar Jawa, sebagian Sulawesi Selatan, dan pantai selatan Papua.
    Savana (Aw)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah dengan curah hujan beulan-bulan basah tidak dapat mengimbangi kekurangan air pada bulan-bulan kering. Oleh karena itu, vegetasi yang ada di daerah ini hanyalah padang rumput atau pohon=pohon yang mempunyai kebutuhan air sedikit. Di Indonesia wilayah yang mempunyai tipe iklim Aw meliputi Madura, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Aru.

Masuk dan Berkembangnya Islam ke Indonesia

Masuk dan Berkembangnya Islam ke Indonesia
1.    Sumber Masuknya Islam ke Indonesia
Sumber sejarah mengenai masuknya agama Islam ke Indonesia ada dua, yaitu sumber eksternal (dari luar negeri) dan sumber internal (dari dalam negeri). Yang termasuk sumber eksternal adalah sebgai berikut.
a.    Berita Arab
Informasi mengenai pengaruh Islam ke Indonesia berasal dari keterangan para pedagang Arab yang berdagang sambil menyebarkan ajaran agama Islam di Indonesia. Hai ini dibuktikan dari adanya perkampungan Arab (Zabaq, Zabay, atau Sribusa) di Sriwijawa.
b.    Berita India
Berasal dari para pedagang India (Gujarat) yang datang untu berdagang ke Indonesia. Selain berdagang, merekan juga mengajarkan dan sekaligus menyebarkan pengaruh Islam kepada masyarakat Islam di sekitar pesisir pantai.
c.    Berita Eropa
1)    Catatan Marcopolo (1292)
Marcopolo dalam perjalanannya pulang dari negeri Cina mengunjungi Pulau Sumatra (Pelabuhan Perak). Menurut Marcopolo daerah Perlak banyak dikunjungi pedagang muslim.
2)    Catatan Suma Oriental dari Tomi Pires
Tomi Pires adalah seorang musafir dari Portugis yang menginformasikan secara lengkap tentang penyebaran Islam di Indonesia sekirat abad ke-16, yaitu di Sumatra, Kalimantan, Jawa, hingga Maluku.
d.    Berita Cina
1)    Catatan dari masa dinasti T’ang yang menuliskan tentang adanya permukiman Arab (kemungkinan para pedagang Arab) di sekitar pantai barat Sumatra Utara.
2)    Melalui catatan seorang musafir Cina yang bernama Mahuan. Berdasarkan catatannya diketahui bahwa pada tahun 1400 terdapat para pedagang Islam yang tinggal di sekitar pantai utara Pulau Jawa.

Sumber sejarah mengenai masuknya agama Islam ke Indonesia dari sumber internal yaitu sebgai berikut.
a.    Batu nisan Fatimah binti Maimun (1028) sezaman dengan masa kerajaan kediri, bertuliskan Arab di Leren (Gresik).
b.    Makam Sultan Malik as-Saleh (1927) di Sumatra (raja Samudera Pasai).
c.    Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim (1419) di Gresik.
d.    Sebuah makam muslim kuno di Triloyo dan Trowulan.
2.    Cara-cara Penyebaran Agama Islam
Penyebaran agama Islam di Indonesia di lakukan melalui beberapa cara seperti berikut.
a.    Perdagangan
Dalam hal ini penyebaran agama Islam dilakukan oleh pedagang Islam kepada pedagang-pedagang lain. Pada waktu berdagang saudagar-saudagar dari Gurajat, Persia, dan Arab berhubungan atau bergaul dengan penduduk setempat (Indonesia). Mereka berhasil mempengaruhi penduduk setempat hingga tertarik untuk menganut agama Islam.
b.    Perkawinan
Seorang penganut Islam menikah dengan seorang penganut agama lain, sehingga pasangannya masuk Islam. Contoh pedagang Islam dari Gurajat, Persia, dan Arab menetap di Indonesia dan menikadi wanita Indonesia. Di antara wanita yang mereka nikahi adalah putri raja atau bangsawan.
c.    Pendidikan
Pendidikan agama Islam dilakukan melalui lembaga pesantren, perguruan khusus agama Islam. Penyebaran agama Islam melalui pondok pesantren berarti menyebarkan melalui perguruan Islam. Perguruan ini mendidik para santri dari berbagai daerah. Setelah tamat, mereka mendirikan lembaga atau pondok pesantren di daerah asal mereka. Dengan demikian agama Islam berkembang dan menyebar keseluruh Indonesia. Sebelum menjadi lembaga pendidikan resmi, pesantren berawal dari kegiatan guru agama di masjid atau istana, yang mengajarkan tasawuf di pertapaan atau dekat makam keramat.
d.    Dakwah (Mubalig)
Penyebaran agama Islam juga banyak dilakukan oleh para guru dakwah. Contohnya, penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dilakukan oleh para wali, yang kemudian di kenal dengan sebutan wali sanga.
e.    Akulturasi dan Asimilasi Kebudayaan
Untuk mempermudah dan mempercepat perkembangan agama Islam, penyebaran agama Islam juga dilakukan melelui penggabunga dengan unsur kebudayaan yang ada pada suatu daerah tertentu. Misalnya penggunaan doa-doa Islam dalam upacara adat, sepert kelahiran, selapanan (peringatan bayi berusia 35 hari), perkawinan, seni wayang kulit, beberapa bangunan, ragam hias, dan kesusasteraan.

Agama Islam mudah diterima dan dapat berkembang pesat di Indonesia kerena beberapa faktor berikut.
a.    Syarat masuk Islam sangat mudah, yaitu cukup mengucapkan kalimat syahadat.
b.    Ajarannya sederhana dan mudah dipahami.
c.    Ajaran Islam bersifat demikratis dan tidak mengenal perbedaan sosial.
d.    Agama Islam tidak mengenal kasta,
e.    Desebarkan secara damai tanpa paksaan dan kekerasan.
f.    Upacara-upacara keagamaannya sederhana.
g.    Faktor politik yang turut mempelancar penyebaran agama Islam di Indonesia adlah runtuhnya kerajaan majapahit dan jatuhnya Malak ke tangan Portugis pada tahun 1511.
3.    Peran Ulama dan Wali Sanga
a.    Peran Pedagang
Para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan India pada abad ke-7 M telah ikut serta dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Hal tersebut menimbulkan jalinan hubungan dagang antara masyarakat Indonesia dan para pedagang Islam. Di samping berdagang, para pedagang Islam tersebut menyampaikan dan menyebarkan agama Islam. Kehadiran para pedagang muslim itu diterima dengan sikap terbuka oleh penguasa setempat. Dengan demikian, secara bertahap agama  dan budaya Islam tersebra dari pedagang Arab, Persia, dan India kepada masyarakat Indonesia. Hal lain yang dapat mempercepat proses penyebaran Islam melalui perdagangan adalah keadaan politik beberapa kerajaan. Para adipati yang berada di daerah pesisir berusaha melepas diri dari pusat, kemudiam masuk Islam dan selanjutnya mengembangkan kekuasaanya di kalangan masyarakat pesisir pedagang Islam.
b.    Peran Ulama dan Wali Sanga
Ulama adalah orang yang pandai (berilmu) khususnya dalam hal ilmu pengetahuan Islam. Sebagai orang yang berilmu, ulama menjadi tokoh masyarakat, guru, penasehat bagi keluarga kerajaan, bahkan adapula yang memangku jabatan tinggi di keraton. Untuk selanjutnya kerajaan-kerajaan tersebut menyiarkan agama Islam ke daerah lain. Para ulama yang menyebarkan agama Islam ke pelosok daerah, seperti :
1.    Dato’ri Bandang dan Dato’ Sulaeman, menyebarkan agama Islam di Gowa dan Tallo, Sulawesi Selatan.
2.    Dato’ri Bandang bersama Tuan Tunggang ri Parangan, menyebarkan agama Islam di Kutai, Kalimantan Timur.
3.    Penghulu Demak, pembawa Islam ke daerah Banjar.
4.    Hamzah Fansuri, Syamsudin as- Sumatrani, dan Nuruddin ar-Raniri, menyebarkan Islam di Aceh.

Penyebaran agama Islam di Pulai Jawa dilakukan oleh para wali yang dikenal dengan sebutan wali sanga. Wali artinya wakil atau utusan, sedangkan sanga artinya sembilan. Para wali mendapat gelar sunan atau susuhunan, artinya yang dihormati/dijunjung tinggi. Para wali tersebut sebagai berikut.
1)    Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Persia yang menetap di Gresik (Sunan Gresik).
2)    Sunan Ampel (Ampel, Jawa Timur) semula bernama Raden Rahmat.
3)    Sunan Bonang, semula bernama Mahdum Ibrahim di Bonang, dekat Tuban.
4)    Sunan Drajat, semula bernama Syarifuddin berkedudukan di Drajat, dekat sedayu.
5)    Sunan Giri, semula bernama Raden Paku yang berkedudukan di Giri, dekat Gresik.
6)    Sunan Muria, semula bernama Raden Umar Said berkedudukan di Gunung Muria, Kudus.
7)    Sunan Kalijaga, semula bernama Jaka Said yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak.
8)    Sunan Kudus, semula bernama Jafar Sidiq berkedudukan di Kudus.
9)    Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah yang berkedudukan di Gunung Jati, Cirebon.

Peran para wali dan ulama sebagai berikut :
1.    Peran di Bidang Agama
Peran di bidang agama yaitu menyebarkan agama Islam melalui pondok pesantren, dakwah, dan media seperti wayang kulit dan tembang-tembang yang bernapaskan Islam.
2.    Peran di Bidang Sosial Budaya
Peran di bidang sosial budaya seperti garebeg Syawal di Jogjakarta, sekaten di Surakarta, Besaran di Demak, dll.
3.    Peran di Bidang Politik
Peran di bidang politik seperti sebagai pendukung sebuah kerajaan (peran wali sanga terhadap Kerajaan Demak), penasehat raja (peran Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga terhadap Raja Kerajaan Demak), dan sebagai raja di kerajaan Cirebon, yaitu Sunan Gunung Jati.


Distribusi

Distribusi
1.    Pengertian dan Tujuan Distribusi
Sasaran produsen dalam memproduksi suatu barang ialah barang itu sampai ke tangan konsumen. Barang yang dihasilkan tidak akan berguna jika tidak disalurkan atau didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jika kamu didesa, kamu dapat langsung membeli susu di peternak sapi perah. Dengan demikian, kamu sebagai konsumen berhubungan langsung dengan produsen. Namun, jika kamu tinggal di kota, dan ingin munim susu segar, kamu dapat menemukannya di pasar swalayan atau pada tukang susu segar yang menjadi langgananmu.
Distribusi adalah kegiatan manusia menyalurkan atau menyebarluaskan hasil produksi kepada masyarakat.
Tujuan distribusi sebagai berikut.
a.    Menyampaikan barang/jasa dari produsen ke konsumen.
b.    Menpercepat sampainya hasil produksi kepada konsumen.
c.    Tercapainya pemeratan produksi.
d.    Menjaga kesinambungan produksi.
e.    Memperbesar dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
f.    Meningkatkan nilai guna suatu barang/jasa.
2.    Sistem Distribusi
Penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen dapat berlangsung dengan berbagai cara tergantung pada sistem distribusinya.
Adapun sistem distribusi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu : distribusi langsung, ditribusi tidak langsung, dan distribusi semilangsung.
a.    Distribusi langsung
Dalam distribusi langsung hasil produksi disalurkan langsung oleh produsen ke konsumen tanpa perantara. Dalam hal ini para produsen menjual langsung ke konsumen. Misal: tukang sate keliling kampung.
b.    Distribusi tidak langsung
Dalam distribusi tidak langsung hasil produksi tidak disalurkan langsung oleh produsen kepada konsumen melainkan melalui para penyalur. Para penyalur antara lain: pedagang, agen perusahaan, komisioner, makelar, importir, eksportir. Distribusi lewat perantara dapat menempuh dua cara yaitu :
1)    Distributor mencari barang terlebih dahulu kemudian menyalurkan kepada pedagang yang lebih kecil ataupun ke konsumen.
2)    Distributor mencari konsumen terlebih dahulu kemudian mencarikan barang yang dibutuhkan.
c.    Distribusi semilangsung
Distribusi semilangsung merupakan kegiatan menyalurkan barang dan jasa melaluo pihak atau toko yang dimiliki produsen sendiri. Misalnya: PT KAI menjual karcis kereta melalui agen resmi miliknya dan perusahaan busana Pemino menjual hasil produksinya di toko-toko busana Pemino yang tersebar di berbagai kota. Pertimbangan yang harus di perhatikan dalam memilih sistem distribusi semilangsung antara lain sebagai berikut.
1)    Sistem ini lebih tepat digunakan untuk menyalurkan barang-barang yang tahan lama, tetapi mudak rusak. Misalnya barang-barang elektronik, kendaran bermotor, dan sepeda.
2)    Daerah yang dijadikan pangsa pasar jaraknya jauh dengan produsen. Dengan demikian, konsumen di daerah yang tidak memproduksi barang tersebut tidak dapat menikmati dari produsen secara langsung, tetapi harus melalui perantara.
3)    Lebih tepat digunakan untuk produsen yang sangat menjaga kualitas produknya serta pelayanan yang diberikan kepada konsumen.
3.    Lembaga Distribusi
a.    Pedagang adalah distribusi yang membeli barang dengan tujuan untuk mejual kembali atas namanya sendiri. Pedagang dibedakan menjadi :
1)    Pedagang besar atau grosir adalah orang atau badan usaha yang membeli barang dalam jumlah besar kemudian menjualnya lagi kepada pedagang yang lebih kecil untuk mendapatkan keuntungannya.
2)    Pedagang ecaran atau retailer adalah orang atau lembaga yang menjual barang dagangan langsung ke konsumen.
b.    Perantara khusus merupakan distributor yang membantu menyalurkan barang produsen ke konsumen. Perantara khusus dibedakan menjadi :
1)    Agen adalah orang atu badan usaha yang di tunjuk oleh produsen (perusahaan) untuk menyalurkan hasil produksi perusahaan tersebut. Agen meperoleh imbalan berupa potongan harga yang di sebut komisi, yang besarnya tergantung dari besarnya jumlah barang yang dijual.
2)    Makelar atan broker adalah perantara dalam perdagangan untuk menjualkan atau membelikan barang atas nam orang lain. Mekelar mempertrmukan penjual dengan pembeli. Makelar memperoleh imbalan yang di sebut komisi.
3)    Komisioner atau pedagang komisi adalah perantara pemasaran seperti halnya broker, hanya saja komisioner menguasai atau memiliki barangnya dan tidak sekedar mempertemukan penjual dengan pembeli. Komisioner menjual barang dengan harga yang ditetapkan oleh perusahaan/produsen.
c.    Importir dan eksportir
Importir adalah orang atau badan usaha yang membeli atau mendatangkan barang dari luar negeri yang kemudian di jual lagi atau dipergunakan sendiri untuk berproduksi atau dikonsumsi. Sedangkan eksportir adalah orang atau badan usaha yang menjual barang di luar negeri. Eksportir bisa sebgai produsen atas barang yang diekspor tetapi juga bisa hanya sebagai pedagang.
d.    Saluran distribusi
Saluran distribusi bisa dibedakan mejadi dua, yaitu saluran distribusi pendek dan panjang. Saluran distribusi pendek berarti menyalurkan barang hasil produksi dilakukan secara langsung dari produsen ke konsumen. Saluran distribusi panjang berarti menyalurkan hasil produksi dilakukan melalui satu atau lebih perantara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi saluran distribusi sebagai berikut.
1)    Sifat barang : tahan lama atau mudah rusak
2)    Luasnya daerah pemasaran : menyebar atau terpusat
3)    Jumalah barang yang dihasilkan : banyak atau sedikit
4)    Sarana komunikasi dan angkutan yang tersedia : mamadai atau terbatas
5)    Biaya pengangkutan : mahal atau murah
4.    Etika Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi
Etika ekonomi dalam distribusi barang dan jasa  merupakan pedoman bagi pelaksanaannya, dimana didalamnya berisi asas-asa yang berprinsip kepada pemeratan dana keadilan. Etika ekonomi dalam pendistribusian barang dan jasa meliputi hal-hal sebagai berikut.
a.    Barang atau jasa yang ditawarkan merupakan barang-barang yang dibutuhkan / diminati konsumen dan berkualitas baik.
b.    Untuk barang jenis makanan harus ditetapkan tanggal kadaluwarsa.
c.    Barang dan jasa yang ditawarkan harus jelas tinggak kegunaan dan mafaatnya.
d.    Pemberian jaminan resiko atas barang yang ditawarkan.
e.    Penyalurannya berkonsep pemerataan dan keadailan.
Dengan dilaksanakannya etika ekonomi di dalam pendistribusian barang/jasa akan memberikan manfaat dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi produsen dan konsumen. Bagi produsen memberikan manfaat bagi kelangsungan dan berkesinambungan produksi sekaligus memberikan keuntungan yang maksimum. Adapun bagi konsumen dapat melakukan kegiatan komsumsi dengan baik dan memperolah kepuasan maksimum dari barang/jas yang dibelinya.

Peninggalan Sejarah Bercorak Hindu-Buddha di Indonesia

Peninggalan Sejarah Bercorak Hindu-Buddha di Indonesia

Peninggalan sejarah bercorak Hindu-Buddha yang berasal dari India banyak ditemukan di Indonesia. Dari penemuan-penemuan peninggalan budaya tersebut dapat ditafsirkan bahwa persebaran kebudayaan India meluas hampir ke seluruh Indonesia. Peninggalan sejarah bercorak Hindu-Buddha banyak terdapat di Sumatra, Jawa, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Berikut ini macam-macam peninggalan sejarah yang bercorak Hindu-Buddha.
1.    Arsitektur (Seni Bangunan)
Bentuk peninggalan arsitektur bercorak Hindu-Buddha terdiri dari bangunan bersifat sakral dan profan. Seni bangunan yang bersifat sakral adalah bangunan yang berkaitan dengan keagamaan seperti candi, stupa, arca, dan wihara, sedangkan seni bagunan yang bersifat profan adalah bangunan-bangunan biasa yang tidak bersangkutan dengan agama atau tujuan keagamaan, seperti keraton, pertitaan, gapura, dan pertapaan. Berikut peninggalan seni bangunan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia.
a.    Candi
Candi adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau penanaman abu jenazah seorang raja. Candi berasal dari kata Candikagrha yang berarti kediaman Candika, sebutan untuk dewi Durka (sang dewi maut). Pada umumnya bangunan candi terdiri dari tiga bagian (triloka), yaitu kaki candi melambangkan alam bawah (bhurloka), yaitu dua manusia yang masih berkaitan dengan hal-hal duniawi, tubuh candi melambangkan alam antara (bhurwarloka), yaitu dunia manusia yang sudah tidak berkaitan dengan hal-hal duniawi, dan atap candi melambangkan dunia atas (swarloka), yaitu dunia para dewa.
Ciri-ciri candi langgam Jawa Tengah adalah sebagai berikut.
1)    Bentuk bangunannya tambun.
2)    Atapnya bertingkat-tingkat.
3)    Puncaknya berbentuk ratna dan stupa.
4)    Letak candi ditengah halaman.
5)    Pada umumnya menghadap ke arah timur.
6)    Kebanyakan bahan candi dari batu andesit.
Adapun ciri-ciri candi langgam Jawa Timur adalah sebagai berikut.
1)    Bentuk bangunannya ramping.
2)    Atapnya berbentuk piramida jenjang.
3)    Puncaknya berbentuk kubus.
4)    Letak candi di bagian belakang halaman.
5)    Pada umumnya menghadap ke barat.
6)    Kebanyakan bahan candi dari batu bata.
Dilihat dari susunannya, ada tiga corak bangunan candi sebagai berikut.
1)    Corak candi di Jawa Tengah bagian selatan, menggambarkan susunan masyarakat yang feodal, di mana raja sebagai pusat.
2)    Corak candi di Jawa Tengah bagian utara, menggambarkan susunan masyarakat mendekati demokratis.
3)    Corak candi Jawa Timur, menggambarkan susunan masyarakat yang federal, dimana raja berdiri di belakang mempersatukan daerah-daerah dalam rangka membentuk kesatuan.
Pembagian candi di Indonesia adalah sebagai berikut.
1)    Candi-candi di Jawa Tengah bagian selatan seperti Candi Kalasan, Candi Pawon, Candi Mendut, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Sukuh.
2)    Candi-candi di Jawa Tengah bagian utara, seperti Candi Canggal, Candi Gedong-Songo, dan Candi Dieng.
3)    Candi-candi di Jawa Timur, yaitu Candi Badut, Candi Kidal, Candi Jajaghu (Jago), Candi Jawi, Candi Singasari, Candi Sumberawan, dan kompleks Candi Panataran.
4)    Candi-candi di Pulau Sumatra, seperti kompleks Candi Muara Takus, kompleks Candi Padang Lawas, dan kompleks Candi Muara Jambi.
b.    Stupa
Stupa adalah bangunan yang berkaitan dengan agama Buddha yang berfungsi sebagai dhatugarbha (menyimpan peninggalan keramat Buddha Gautama) dan caitya ( tempat untuk memperingati kejadian penting dalam kehidupan Buddha Gautama). Sebagai lambang perjalanan Sang Buddha masuk ke nirwana, bangunan stupa terdiri dari tiga bagian yaitu andah (melambangkan dunia bawah, tempat manusia yang masih dikuasai hawa nafsu), yanthra (merupakan suatu benda untuk memusatkan pikiran saat bermeditasi), dan cakra (melambangkan nirwana, tempat para dewa.
c.    Arca atau patung
Arca adalah patung yang dibuat dari batu yang dipahat menyerupai bentuk manusia atau binatang. Khusus patung berupa manusia, tujuan pembuatannya adalah untuk mengabadikan tokoh tersebut. Fungsi arca adalah sebagai media (perantara) untuk menjalankan semedi, sebagai perhiasan bangunan, atau sebagai patung kuburan yang ditempatkan dalam bilik candi.
d.    Gapura
Gapura adalah bangunan yang berupa pintu gerbang, ada yang beratap (yang kemudian dikenal dengan nama semartinandu), dan ada yang menyerupai candi berbelah dua, dikenal dengan nama candi bentar.
e.    Wihara
Wihara adalah tempat tinggal para biksu yang dibuat dari kayu.
f.    Petirtaan
Pertitaan adalah tempat pemandian suci yang sering digunakan oleh kalangan istana kerajaan. Contohnya petirtaan di Jolotundo dan Tirta Empul di Bali.
g.    Pertapaan
Pertapaan adalah bangunan yang dicerukkan pada suatu gua batu dan difungsikan sebagai tempat tinggal para pertapa. Contohnya, Gua Selomangleng di Kediri dan Gua Gajah di Bedulu, Bali.
2.    Seni Rupa (Relief)
Relief adalah hasil seni pahat sebagai pengisi bidang pada dinding candi yang melukiskan cerita atau kisah. Beberapa relief, antara lain, sebagai berikut.
a.    Relief Candi Borobudur
1)    Karmawibbhangga yang dipahatkan pada kaki candi yang di timbun. Relief ini menceritakan sebab akibat perbuatan baik buruk manusia.
2)    Lalitavistara yang dipahatkan pada dinding sebagian lorong pertama. Relief ini menceritakan riwayat Sang Buddha Gautama sejak lahir sampai amanat pertama di Taman Rusa.
3)    Jatakamala-Awadana, yang dipahatkan pada dinding sebagian lorong pertama dan kedua. Relief ini berupa kumpulan sajak yang menceritakan perbuatan Sang Buddha Gautama dan para Boddhisattva semasa hidupnya.
b.    Relief Candi Rara Jonggrang
1)    Cerita Ramayana yang dipahatkan pada pagar langkan (dinding serambi atas)/ Candi Siwa dan diteruskan pada pagar langkan Candi Brahma.
2)    Cerita Kresnayana yang dipahatkan pada pagar langkan Candi Wisnu.
c.    Relief Candi Panataran
Relief Candi Panataran berisi cerita Ramayana dan Kresnayana.
3.    Seni Sastra (Kitab)
Pada masa Hindu-Buddha kitab biasa ditulis pada lembaran lontar (rontal) yang dikaitkan dengan semacam tali. Kitab merupakan karangan berupa kisah, cacatan, atau laporan tentang suatu peristiwa, bisa mitologi atau sejarah. Isi dalam kitab tidak berupa kalimat langsung, tetapi rangkaian puisi yang indah dalam sejumlah bait (pupuh). Ungkapan dalam bentuk puisi disebut kakawin. Pembuatan kitab dirintis sejak masa dinasti Isana, terutama pemerintahan Dharmawangsa Teguh.

KEGIATAN PRODUKSI

B. PRODUKSI
1)    Sopir, montir adalah termasuk contoh tenaga kerja Terlatih.
2)    Tenaga kerja yang melalui proses pendidikan sebelum bekerja disebut tenaga kerja Terdidik.
3)    Tukang sampah, pesuruh, tukang sapu jalanan termasuk tenaga kerja Tidak terdidik, tidak terlatih.
4)    Modal yang berasal dari pemilik perusahaan disebut Modal sendiri.
5)    Modal Semua kebutuhan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa guna mencukupi kebutuhan disebut Produksi.
6)    Yang termasuk faktor produksi asli adalah Faktor produksi sumber daya alam dan tenaga kerja.
7)    Modal dan kewirausahaan termasuk faktor produksi Turunan.
8)    Segala yang disediakan alam baik langsung maupun tidak langsung dapat digunakan manusia dalam kegiatannya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran disebut faktor produksi Alam.
9)    yang berasal dari pinjaman atau dari luar perusahaan disebut Modal pinjaman.
10)    Bahan baku, kertas tinta dan bahan bakar termasuk contoh modal Lancar.
11)    Modal yang berulang kali dipakai dalam proses produksi disebut modal Tetap.
12)    Modal masyarakat dan modal pribadi termasuk pembagian modal berdasarkan Fungsinya.
13)    Peralatan mesin menurut bentuknya termasuk modal Nyata.
14)    Good Will, hak cipta menurut bentuknya termasuk modal Abstrak.
15)    Kemampuan seseorang untuk mengelola faktor produksi alam, tenaga kerja dan modal adalah Kewirausahaan.
16)    PT Maju Terus adalah perusahaan jasa yang sedang berkembang di Jakarta. Saat ini ingin membuka cabang di Bali, Surabaya. Peningkatan produksi perusahaan tersebut dengan cara Eksentifikasi.
17)    April Fine Paper merupakan yang memproduksi kertas. Sementara percetakan Ganeca menggunakan kertas tersebut untuk memproduksi buku, undangan, dan brosur. Kertas tersebut dinamakan bahan Baku.
18)    Perusahaan kelapa sawi mempunyai 50 hektar, kemudian menggunakan bibit unggul dan meningkatkan pengelolanya cara ini dinamakan Intensifikasi.
19)    Petani menanam lombok dan disela-sela ditanami jagung dan kacang panjang. Peningkatan produksi petani tersebut dengan cara Diversifikasi.
20)    Peningkatan mutu dan jumlah produksi dengan menggunakan Ilmu Pengetahuan dan teknologi modern disebut Rasionalisasi.


Pengertian zaman prasejarah dan manusia purba di Indonesia


Pengertian zaman prasejarah dan manusia purba di Indonesia

Zaman prasejarah adalah zaman manusia belum mengenal tulisan. Zaman prasejarah dimulai sejak adanya kehidupan di permukaan bumi hingga manusia mengenal tulisan. Jadi, masa prasejarah tidak meninggalkan bukti-bukti tertulis pada benda-benda peninggalannya.
Para ahli geologi mengemukakan periode perkembangan keadaan alam atas zaman-zaman sebagai berikut.
1.    Zaman arkhaikum, yaitu zaman tertua yang berlangsung kira-kira 2500 juta tahun. Zaman ini belum ada kehidupan, karena kulit bumi masih panas sekali.
2.    Zaman paleozoikum, yaitu zaman hidup tertua yang berlangsung kira-kira 340 juta tahun. Zaman ini sudah ada kehidupan, yakni dimulai adanya binatang kecil yang tidak bertulang belakang, jenis ikan, ampibi, dan reptil.
3.    Zaman mesozoikum, yaitu zaman hidup pertengahan yang berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan munculnya jenis reptil raksasa, seperti dinosaurus (panjangnya 12 meter) dan atlantasaurus (panjangnya 30 meter). Selain itu, jenis burung dan binatang menyusui pun telah berkembang.
4.    Zaman neozoikum atau kainozoikum, yaitu zaman hidup baru yang berlangsung kira-kira 60 juta tahun yang lalu zampai sekarang. Zaman ini terbagi ke dalam:
a.    zaman tertair, yaitu zaman semakin berkembangnya binatang menyusui, sedangkan reptil besar mulai punah. Jenis kera dan kera-manusia sudah ada pada akhir zaman ini
b.    zaman quartair, yaitu zaman adanya manusia di atas permukaan bumi. Zaman ini dibagi ke dalam pleistosen yang berlangsung kira-kira 600.000 tahun dan zaman holosen berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu hingga sekarang ini.
Jenis manusia purba telah muncul pada zaman neozoikum. Manusia merupakan makhluk hidup yang muncul paling terakhir di dunia. Sebelumnya, dunia ini telah dihuni oleh makhluk-makhluk seperti hewan menyusui dan jenis kera atau kera-manusia. Selain itu, sebelumnya pun telah muncul jenis reptil purba seperti dinosaurus dan atlantasaurus. Hewan raksasa ini ada yang menjadi pemakan tumbuhan dan ada juga yang menjadi pemakan daging. Jenis hewan seperti ini pada jutaan tahun yang lalu telah punah.
Para ahli yang ingin mengetahui kehidupan manusia pada zaman prasejarah harus mencari fosil dan artefaknya di berbagai tempat di belahan bumi ini.
Fosil adalah semua bekas atau sisa-sisa tulang belulang jenis manusia, binatang atau tumbuhan yang telah membatu karena tertimbun tanah ribuan tahun atau jutaan tahun.
Artefak adalah segala benda atau perkakas yang dibuat dan digunakan manusia purba untuk keperluan hidupnya.

Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian


Merupakan bagian dari materi sosiologi tentang Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

(Merupakan bagian dari materi sosiologi tentang Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian)

Sosialisasi menunjuk pada semua faktor dan proses yang membuat setiap manusia menjadi selaras dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat. Seorang anak dikatakan telah melakukan sosialisasi dengan baik, apabila ia bukan hanya menampilkan kebutuhannya sendiri saja, tetapi juga memerhatikan kepentingan dan tuntutan orang lain.
Pengertian sosialisasi secara umum dapat diartikan sebagai proses belajar individu untuk mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai sosial sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku masyarakatnya.
Proses pembelajaran berlangsung secara bertahap, perlahan tapi pasti dan berkesinambungan. Pada awalnya, proses itu berlangsung dalam lingkungan keluarga, kemudian berlanjut pada lingkungan sekitarnya, yaitu lingkungan tetangga, kampung, kota, hingga lingkungan negara dan dunia. Di samping itu, individu mengalami proses enkulturasi (pembudayaan), yaitu individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikapnya dengan adat istiadat, sistem norma, dan peraturan yang berlaku dalam kebudayaan masyarakatnya.
Manusia lahir ke dunia sebagai bayi yang penuh dengan segala macam kebutuhan fisik. Kemudian ia menjadi seorang manusia dengan seperangkat nilai dan sikap, kesukaan dan ketidaksukaan, tujuan serta maksud, pola reaksi dan konsep yang mendalam, serta konsisten dengan dirinya. Setiap orang memperoleh semua itu melalui suatu proses belajar yang kita sebut sebagai sosialisasi, yakni proses belajar yang mengubahnya menjadi seorang pribadi yang manusiawi. Sosialisasi adalah suatu proses di mana seseorang menghayati (internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah ‘diri’ yang unik. Definisi sosialisasi ialah proses mempelajari kebiasaan dan tata kelakuan untuk menjadi suatu bagian dari suatu masyarakat, sebagian adalah proses mempelajari peran.

Pengertian sosialisasi menurut para ahli:

1. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses sosial tempat seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku orang-orang di sekitarnya.
2. Peter L. Berger
Sosialisasi ialah proses pada seorang anak yang sedang belajar menjadi anggota masyarakat. Adapun yang dipelajarinya ialah peranan pola hidup dalam masyarakat yang sesuai dengan nilai dan norma-norma maupun kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.
3. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
4. Koentjaraningrat
Sosialisasi adalah seluruh proses di mana seorang individu sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain yang hidup dalam masyarakat sekitarnya.
5. Irvin L. Child
Sosialisasi adalah segenap proses yang menuntut individu mengembangkan potensi tingkah laku aktualnya yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi kebiasaan serta sesuai dengan standar dari kelompoknya.
6. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Sosialisasi artinya suatu proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat di lingkungannya.
7. Bruce J. Cohen
Sosialisasi adalah proses-proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya agar berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai anggota.
8. Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
9. Prof. Dr. Nasution, S.H.
Sosialisasi adalah proses membimbing individu ke dalam dunia sosial (sebagai warga masyarakat yang dewasa).
10. Sukandar Wiraatmaja
Sosialisasi adalah proses belajar mulai bayi untuk mengenal dan memperoleh sikap, pengertian, gagasan dan pola tingkah laku yang disetujui oleh masyarakat.
11. Jack Levin dan James L. Spates
Sosialisasi adalah proses pewarisan dan pelembagaan kebudayaan ke dalam kepribadian individu.
12. John C. Macionis
Sosialisasi adalah pengalaman sosial seumur hidup di mana individu dapat mengembangkan potensinya dan mempelajari pola-pola kehidupan

Berdasarkan pengertian sosialisasi yang dikemukakan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan berikut.
  • Sosialisasi ditempuh seorang individu melalui proses belajar untuk memahami, menghayati, menyesuaikan, dan melaksanakan suatu tindakan sosial yang sesuai dengan pola perilaku masyarakatnya.
  • Sosialisasi ditempuh seorang individu secara bertahap dan berkesinambungan, sejak ia dilahirkan hingga akhir hayatnya.
  • Sosialisasi erat sekali kaitannya dengan enkulturasi atau proses pembudayaan, yaitu suatu proses belajar seorang individu untuk belajar mengenal, menghayati, dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya terhadap sistem adat dan norma, serta semua peraturan dan pendirian yang hidup dalam lingkungan kebudayaan masyarakatnya

Penggunaan Lahan

Penggunaan Lahan
Penggunaan  lahan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu penggunaan lahan untuk pertanian dan pengunaan lahan bukan pertaniaan.
1.    Penggunaan lahan untuk pertanian
Penggunaan lahan pertaniaan di indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yaitupertanian sederhana dan pertanian maju.
a.    Pertanian sederhana
Pertanian sederhana yang sering disebut pertanian primitif  adalah pertanian yang dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana, seperti parang, sabit, cangkul, dan sejenisnya.pertanian sederhana ini ada yang dilaksanakan secara berpindah-pindah dan ada yang secara menetap.
1)    Pertanian sederhana berpindah-pindah, adalah pertanian yang dilakukan dengan cara menbukan hutan milik desa dengan menebang pohon-pohon kemudian membakarnya. Pertanian berpindah-pindah seperti ini sering disebut perladangan liar.
2)    Pertanian sederhana menetap, adalah yang dilakukan pada satu tempat atau lokasi yang sama (tetap). Lahan yang digarap sudah terbataspada lokasi tertentu karena sudah sukar memperoleh lahan baru sebagai lahan garapan.
b.    Pertanian maju
Pertanian maju adalah pertanian yang dilakukan penduduk dengan menggunakan peralatan dan cara yang lebih baik. Peralatan dan cara yang lebih baik dikenal dengan panca usaha tani, yaitu sistem pengairan yang baik, pemilihan benih, penggunaan pupuk, pengolahan tanah, dan pemberantasan hama. Pertanian maju dapat dilakukan pada tanah yang belum dialiri air secara baik atau tanah tadah hujan, dan tanah yang sudah dialiri air secara teratur atau pertanian dengan irigasi.
I.    Pertanian tadah hujan atau yang sering disebut pertanian lahan kering adalah pertanian yang sangat mengandalkan curah hujan, baik ditadah langsung atau dialiri air hasil air hujan. Pertanian tadah hujan, misalnya tegalan dan kebun. Tegalan adalah satu cara bercocok tanam ditanah kering  dengan mengharapkan air hujan. Kebun adalah salah satu cara bercocok tanam yang dilakukan disekitar  tempat tinggal, penggarap. Holtikultura adalah salah satu usaha pertanian ditanah kering untuk menanam tanaman yang dibituhkan sehari-hari, misalnya sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat lainnya.
II.    Pertanian dengan irigasi atau pertanian lahan kering adalah pertanian yang menggunakan air secara terus-menerus sesuai dengan kebutuhan.
2.    Penggunaan lahan bukan untuk pertanian
Penggunaan lahan bukan untuk pertanian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai tempat tinggal, tempat melakukan produksi barang dan jasa, tempat rekreasi, dan sebagainya. Penggunaan lahan tersebut, seperti penggunaan untuk perumahan, perindustrian, dan jasa.
a.    Penggunaan lahan untuk perumahan
Lahan untuk perumahan semakin banyak dibutuhkan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Perumahan dibangun di beberapa lokasi baik diperkotaan maupun di pinggir kota bahkan di pedesaan.
b.    Penggunaan lahan untuk industri
Lahan untuk industri sangat banyak dibutuhkan karena semakin meningkatnya jumlah pabrik dan industri lainnyayang dibangun. Pembangunan pabrik dan industri selain dimaksudkan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan manusia, juga dapat membuka lapangan pekerjaan, memberi kesempatan berusaha untuk penduduk, meningkatkan pedapatan penduduk, menunjang pembangunan daerah, serta memanfaatkan sumber alam dan sumber daya manusia yang ada. Penggunaan lahan untuk pabrik da industri biasanya digunakan untuk pembangunan gedung, gudang, rumah pegawai, kantor administrasi, dan sebagianya.
c.    Penggunaan lahan untuk jasa
Penggunaan lahan untuk jasa juga memerlukan lahan yang banyak. Lahan jasa untuk trasportasi, misalnya lalu lintas darat, seperti jalan, terminal, halte, stasiun, jalan kereta api, dan sebagianya. Lahan jasa untuk perdagangan seperti pertokoan, warung, pasar, gudang, dan sebagainya. Lahan untuk pendidikan seperti sekolah, kampus, gedung pedidikan kursus, perpustakaan, dan lapangan olah raga. Lahan untuk keagamaan, seperti masjid, mushola, gereja, kapel, pura, dan klenteng. Lahan jasa kesehatan, seperti puskesmas, poliklinik, rumah sakit dan apotek. Lahan untuk tempat rekreasi seperti, gedung kesenian, gedung bioskop, taman dan kebun binatang. Lahan jasa pemerintahan dan swasta, seperti gedung pemerintahan {kantor RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, sampai Menteri dan Presiden}, dan gedung swata. Lahan jasa untuk keamanan, seperti kantor polisi, pos ronda, markas tentara, dan gedung untuk penyimpanan alat perang dan pembekalan tentara dan polisi.