A. MENDENGARKAN PEMBACAAN PUISI DAN MENANGGAPINYA
Puisi adalah salah satu hasil karya sastra yang masih tumbuh dan berkembang sampai sekarang. Akan tetapi tidak semua orang dapat dengan mudah memahami apa isi yang terkandung dalam sebuah puisi. Karena puisi mengkomunikasikan hasil cipta sastra yang terkandung menggunakan bahasa yang sulit dimengerti. Bahasa puisi tidaklah seperti bahasa sehari-hari. Memahami puisi dapat dilakukan diantaranya, melalui pemahaman dari cara pengungkapan isi berupa gambaran penginderaan. Sesuatu yang berhubungan denagn yang terungkap dalam puisi tersebut.
Hal-hal yang bisa kamu peroleh ketika mendengarkan pembacaan puisi, antara lain :
1. Dapat mengembangkan dan mempertajam rasa keindahan dalam dirimu.
2. Dapat mengembangkan sikap berempati dan bersimpati terhadap orang lain.
3. Dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman.
4. Dapat merefleksikan pembacaan puisi dalam berbagai bentuk.
Setelah mendengarkan pembacaan puisi , dapat diberikan tanggapan. Menanggapi cara pembacaan puisi berarti memberikan komentar terhadap pembacaan puisi seseorang. Tanggapan atau komentar tersebut dapat berupa kritikan, masukan, penilaian, ataupun pujian. Sebelum memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi, alangkah baiknya kamu memahami aspek-aspek yang baik dalam pembacaan puisi. Sehingga dalam menanggapi kamu dapat memberikan penilaian nama hal yang sudah baik dan tepat serta nam hal yang masih kurang.
Hal yang dapt ditanggapi dalam pembacaan puisi meliputi hal berikut.
1. Penerangan unsur irama dalam pembacaan sebuah puisi dapat diartikan sebagai pengolahan nada yang menyangkut tinggi rendah dan panjang pendeknya nada. Berkaitan dengan irama, seorang pembaca puisi harus sadar akan kekuatan napas dan jangkauan vokal yang di miliki.
2. Unsur mimik dan ekspresi dalam pembacaan puisi berkaitan dengan raut wajah dan gerak tubuh.
3. Penerapan unsur kinesik (bisikan) dalam pembacaan puisi dapat diterapkan pada kata-kata yang bersifat tanya, keluhan, atau penekanan.
4. Volume suara dalam pembacaan dapat menjakau seluruh pendengar, tidak terkesan dipaksakan, jelas, dan mantap.
5. Penghayatan terhadap puisi dangan pemahaman tema atau isi puisi tersebut.
Pages
MENANGGAPI PEMBACAAN CERPEN
MENANGGAPI PEMBACAAN CERPEN
Cerpen atau cerita pendek adalah karangan prosa yang hanya menceritakan salah satu peristiwa dari seluruh kehidupan yang luas tentang pelakunya. Cerpen hanya mengisahkan perihal yang di alami tokohnya dalam peristiwa tertentu serta dalam lingkup waktu tertentu pula. Jadi, dalam cerpen peristiwa dan tokoh yang diceritakan tidak dikisahkan secara lengkap sebagaimana novel.
Cerpen memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Panjang cerita tidak lebih dari 10.000 kata,
2. Mengandung satu gagasan utama,
3. Menyajikan kejadian yang paling menarik, dan
4. Berakhir dengan penyelesaian.
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu tujuan, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas dalam mencakup jangka waktu yang singkat. Tanggapan terhadap sebuah cerpen dapat ditujukan pada aspek fisik atau sikap pembaca. Aspek tersebut meliputi volome suara, intonasi, artikilasi, kesampaian cerita, ekspresi dan kemenarikan gaya penceritaan.
Cerpen atau cerita pendek adalah karangan prosa yang hanya menceritakan salah satu peristiwa dari seluruh kehidupan yang luas tentang pelakunya. Cerpen hanya mengisahkan perihal yang di alami tokohnya dalam peristiwa tertentu serta dalam lingkup waktu tertentu pula. Jadi, dalam cerpen peristiwa dan tokoh yang diceritakan tidak dikisahkan secara lengkap sebagaimana novel.
Cerpen memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Panjang cerita tidak lebih dari 10.000 kata,
2. Mengandung satu gagasan utama,
3. Menyajikan kejadian yang paling menarik, dan
4. Berakhir dengan penyelesaian.
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu tujuan, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas dalam mencakup jangka waktu yang singkat. Tanggapan terhadap sebuah cerpen dapat ditujukan pada aspek fisik atau sikap pembaca. Aspek tersebut meliputi volome suara, intonasi, artikilasi, kesampaian cerita, ekspresi dan kemenarikan gaya penceritaan.
MEMBACA BUKU CERITA ANAK TERJEMAHAN
MEMBACA BUKU CERITA ANAK TERJEMAHAN
Cerita anak terjemahan adalah carita anak yang aslinya berasal dari negara lain dan diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Sedangkan buku cerita anak adalah buku yang ditulis dengan tema, tokoh, dan alur yang diangkat dari kehidupan anak. Misalnya kisah dengan jalinan persahabatan yang tulus, bermain dengan jujur, menaati nasihat orang tua dan lain-lain.
Membaca cerita terjemahan dari negara lain sangat penting utuk mengenal budaya setempat. Kita dapat mengenal watak, orang-orangnya, kebiasaan hidupnya perilaku masyarakatnya, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang terjadi.
Dengan membaca cerita terjemahan kita dapat membandingkan nilai, tradisi, dan budaya asing dengan nilai, tradisi, dan budaya negeri kita. Setelah membaca cerita terjemahan kita juga dapat menganalisis unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Unsur – unsur tersebut antara lain.
1. Tema, yaitu gagasan utama dalam sebuah cerita.
2. Pelaku, yaitu tokoh yang ada dalam cerita yang disebut protagonis dan tokoh penentang yang disebut antagonis.
3. Latar, yaitu tempat dan waktu terjadinya peristiwa.
4. Nilai-nilai norma, yaitu pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Penulis tidak hanya tidak sekedar cerita, tetapi penulis juga berusaha menyampaikan pesan kepada pembaca melalui cerita karangannya. Nilai-nilai norma dapat dijadikan sebagai teladan bagi pembaca. Dengan demikian, kita bisa mempelajari banyak hal serta memetik manfaat dan pesan yang ada dalam cerita anak terjemahan.
Cerita anak terjemahan adalah carita anak yang aslinya berasal dari negara lain dan diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Sedangkan buku cerita anak adalah buku yang ditulis dengan tema, tokoh, dan alur yang diangkat dari kehidupan anak. Misalnya kisah dengan jalinan persahabatan yang tulus, bermain dengan jujur, menaati nasihat orang tua dan lain-lain.
Membaca cerita terjemahan dari negara lain sangat penting utuk mengenal budaya setempat. Kita dapat mengenal watak, orang-orangnya, kebiasaan hidupnya perilaku masyarakatnya, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang terjadi.
Dengan membaca cerita terjemahan kita dapat membandingkan nilai, tradisi, dan budaya asing dengan nilai, tradisi, dan budaya negeri kita. Setelah membaca cerita terjemahan kita juga dapat menganalisis unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Unsur – unsur tersebut antara lain.
1. Tema, yaitu gagasan utama dalam sebuah cerita.
2. Pelaku, yaitu tokoh yang ada dalam cerita yang disebut protagonis dan tokoh penentang yang disebut antagonis.
3. Latar, yaitu tempat dan waktu terjadinya peristiwa.
4. Nilai-nilai norma, yaitu pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Penulis tidak hanya tidak sekedar cerita, tetapi penulis juga berusaha menyampaikan pesan kepada pembaca melalui cerita karangannya. Nilai-nilai norma dapat dijadikan sebagai teladan bagi pembaca. Dengan demikian, kita bisa mempelajari banyak hal serta memetik manfaat dan pesan yang ada dalam cerita anak terjemahan.
Macam – macam Pengertian Kalimat
Macam – macam Pengertian Kalimat
a. Denotasi : arti yang sebenarnya (bukan arti kiasan atau makna tambahan).
b. Konotasi : arti kiasan atau makna tambahan.
c. Homonim : kata yang sama lafal dan ejaannya dengan kata lain. Tetapi berbeda maknanya.
d. Homofon : kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya.
e. Homograf : kata yng sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda bunyi dan maknanya.
f. Polisemi : kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata.
g. Sinonim : bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain.
h. Antonim : kata yang berlawanan kata dengan kata lain.
Contoh Kalimat
a) Contoh kalimat denotasi :
• Ibuku mempunyai meja hijau.
• Pak broto memelihara kambing hutan.
b) Contoh kalimat konotasi :
• Pelaku itu dibawa ke meja hijau.
(meja hijau artinya pengadilan)
• Pak Rahmat dianggap sebagai kambing hitam Pak Budi.
(kambing hitam artinya orang yang disalahkan)
c) Contoh kalimat homonim :
• Bulan (dalam kalender), Bulan (nama satelit).
Pada bulan Desember akan diadakan semester.
Malam ini bulan bersinar dengan indah.
• Genting (gawat), Genting (atap rumah).
Keadaan masyarakat palestina sangat genting.
Genting rumah saya bocor.
d) Contoh kalimat homofon :
• Rok (pakaian), Rock (aliran musik).
Ayu memekai rok ke kampus.
Saya sangat suka musik rock.
• Djarum (merek rokok), Jarum ( alat untuk menjahit).
Ayah menyuruh saya membeli rokok djarum.
Tangan saya berdarah tertusuk jarum.
e) Contoh kalimat homograf :
• Tahu (makanan), Tahu (mengetahui).
Irsan tidak suka makan tahu.
Saya tahu tentang pelajaran ini.
• Serang (nama kota), Serang (perang).
Minggu depan saya ingin pergi ke kota serang.
Pasukan itu di serang oleh musuhnya.
f) Contoh kalimat polisemi :
• Tangan
Tangan adik terkilir karena jatuh.
Bu siti adalah tangan kanan Bu irma.
(tangan kanan artinya kepercayaan).
Pak Joko main tangan pada anaknya karena nakal.
(main tangan artinya melakukan kekerasan/memukul).
g) Contoh kalimat sinonim :
• Nakal = Bandel
Ayu memang anak nakal.
• Senang = Gembira
Saya sangat gembira bertemu dengan ibu.
h) Contoh kalimat antonim :
• Senang >< Sedih
Saya sedih melihat teman saya sakit.
• Laki-laki >< Perempuan
Bibi saya melahirkan seorang anak perempuan.
a. Denotasi : arti yang sebenarnya (bukan arti kiasan atau makna tambahan).
b. Konotasi : arti kiasan atau makna tambahan.
c. Homonim : kata yang sama lafal dan ejaannya dengan kata lain. Tetapi berbeda maknanya.
d. Homofon : kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya.
e. Homograf : kata yng sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda bunyi dan maknanya.
f. Polisemi : kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata.
g. Sinonim : bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain.
h. Antonim : kata yang berlawanan kata dengan kata lain.
Contoh Kalimat
a) Contoh kalimat denotasi :
• Ibuku mempunyai meja hijau.
• Pak broto memelihara kambing hutan.
b) Contoh kalimat konotasi :
• Pelaku itu dibawa ke meja hijau.
(meja hijau artinya pengadilan)
• Pak Rahmat dianggap sebagai kambing hitam Pak Budi.
(kambing hitam artinya orang yang disalahkan)
c) Contoh kalimat homonim :
• Bulan (dalam kalender), Bulan (nama satelit).
Pada bulan Desember akan diadakan semester.
Malam ini bulan bersinar dengan indah.
• Genting (gawat), Genting (atap rumah).
Keadaan masyarakat palestina sangat genting.
Genting rumah saya bocor.
d) Contoh kalimat homofon :
• Rok (pakaian), Rock (aliran musik).
Ayu memekai rok ke kampus.
Saya sangat suka musik rock.
• Djarum (merek rokok), Jarum ( alat untuk menjahit).
Ayah menyuruh saya membeli rokok djarum.
Tangan saya berdarah tertusuk jarum.
e) Contoh kalimat homograf :
• Tahu (makanan), Tahu (mengetahui).
Irsan tidak suka makan tahu.
Saya tahu tentang pelajaran ini.
• Serang (nama kota), Serang (perang).
Minggu depan saya ingin pergi ke kota serang.
Pasukan itu di serang oleh musuhnya.
f) Contoh kalimat polisemi :
• Tangan
Tangan adik terkilir karena jatuh.
Bu siti adalah tangan kanan Bu irma.
(tangan kanan artinya kepercayaan).
Pak Joko main tangan pada anaknya karena nakal.
(main tangan artinya melakukan kekerasan/memukul).
g) Contoh kalimat sinonim :
• Nakal = Bandel
Ayu memang anak nakal.
• Senang = Gembira
Saya sangat gembira bertemu dengan ibu.
h) Contoh kalimat antonim :
• Senang >< Sedih
Saya sedih melihat teman saya sakit.
• Laki-laki >< Perempuan
Bibi saya melahirkan seorang anak perempuan.
BERTELEPON
BERTELEPON
Bertelepon merupakan salah satu kegiatan komunikasi jarak jauh. Bertelepon berarti berhadapan dengan orang lain walaupan tak secara langsung bertatap muka. Untuk itu perlu berhati-hati dalam berucap.
Berikut merupakan hal-hal penting yang perlu diperhatikan ketika bertelepon.
1. Menerima Telepon
a. Menerima dengan sopan serta ramah.
b. Sediakan alat untuk mencatat seandainya ada hal yang harus dicatat.
c. Menyebutkan identitas diri.
d. Menyebutkan penelepon yang telah menyebutkan identitasnya.
e. Menanyakan maksud penelepon dengan sopan.
f. Melayani pembicaraan dengan bijaksana. Jangan terlalu mendominasi.
g. Usahakan pada saat menerima telepon tidak menutup pembicaraan terlebih dahulu.
2. Menelepon
a. Siapkan dan yakinkan kebenaran nomor telepon yang hendak dihibingi agar tidak salah sambung.
b. Siapkan pokok pembicaraan yang akan disampaikan agar tidak melantur ke mana-mana.
c. Lakukan pembicaraan dalam telepon sesingkat mungkin yang sejelas mungkin sehingga tidak menggangu kesempatan orang lain untuk menerima panggilan telepon lainnya.
Ketika bertelepon, harus memerhatikan bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan untuk bertelepon sebaiknya bahasa yang sopan namun komunikatif. Seperti, ketika kita mengawali dan mengakhiri pembicaraan denagn seseorang dalam telepon, terlebih dahulu kita mengucapkan salam. Begitu pun saat menerima telepon, sebaiknya menyebutkan identitas, baru kemudian menyampaikan maksud dan tujuan bertelepon.
Contoh percakapan telepon :
Salam pembuka
Anang : Halo...
Liya : Halo. Selamat malam. Betul dengan Amanda Travel ?
Anang : Ya betul.
Liya : Saya Liya, saya mau pesan tiket, jam berapa besok bukunya ?
Inti Percakapan
Anang : Oh ya. Kita buka dari jam 08.00 hingga 20.00
Liya : Baiklah, besok jam 10.00 saya akan datang.
Anang : Baik.
Salam Penutup
Liya : Terima kasih. Selamat malam.
Anang : Selamat malam.
Bertelepon merupakan salah satu kegiatan komunikasi jarak jauh. Bertelepon berarti berhadapan dengan orang lain walaupan tak secara langsung bertatap muka. Untuk itu perlu berhati-hati dalam berucap.
Berikut merupakan hal-hal penting yang perlu diperhatikan ketika bertelepon.
1. Menerima Telepon
a. Menerima dengan sopan serta ramah.
b. Sediakan alat untuk mencatat seandainya ada hal yang harus dicatat.
c. Menyebutkan identitas diri.
d. Menyebutkan penelepon yang telah menyebutkan identitasnya.
e. Menanyakan maksud penelepon dengan sopan.
f. Melayani pembicaraan dengan bijaksana. Jangan terlalu mendominasi.
g. Usahakan pada saat menerima telepon tidak menutup pembicaraan terlebih dahulu.
2. Menelepon
a. Siapkan dan yakinkan kebenaran nomor telepon yang hendak dihibingi agar tidak salah sambung.
b. Siapkan pokok pembicaraan yang akan disampaikan agar tidak melantur ke mana-mana.
c. Lakukan pembicaraan dalam telepon sesingkat mungkin yang sejelas mungkin sehingga tidak menggangu kesempatan orang lain untuk menerima panggilan telepon lainnya.
Ketika bertelepon, harus memerhatikan bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan untuk bertelepon sebaiknya bahasa yang sopan namun komunikatif. Seperti, ketika kita mengawali dan mengakhiri pembicaraan denagn seseorang dalam telepon, terlebih dahulu kita mengucapkan salam. Begitu pun saat menerima telepon, sebaiknya menyebutkan identitas, baru kemudian menyampaikan maksud dan tujuan bertelepon.
Contoh percakapan telepon :
Salam pembuka
Anang : Halo...
Liya : Halo. Selamat malam. Betul dengan Amanda Travel ?
Anang : Ya betul.
Liya : Saya Liya, saya mau pesan tiket, jam berapa besok bukunya ?
Inti Percakapan
Anang : Oh ya. Kita buka dari jam 08.00 hingga 20.00
Liya : Baiklah, besok jam 10.00 saya akan datang.
Anang : Baik.
Salam Penutup
Liya : Terima kasih. Selamat malam.
Anang : Selamat malam.
MEREFLEKSIKAN ISI PUISI
MEREFLEKSIKAN ISI PUISI
Puisi dapat memperkaya kerohanian manusia dengan nilai-nilai yang dipandang bermanfaat. Puisi mengajari manusia untuk misalnya bersikap jujur, bersahaja, rendah hati, adil, bertanggung jawab, setia, dan penyayang. Nilai-nilai tersebut dapat melekat sebagai ciri kepribadian melalui proses refleksi. Merefleksikan puisi sama dengan menghubungkan serta mengaktualisasikan makna puisi dalam bentuk perenungan, pemikiran, atau tingkah laku. Merefleksikan puisi dilakukan setelah kita benar-benar memahami isi puisi secara tepat. Memahami puisi dapat dilakukan dengan pemaknaan dan pengungkapan isi puisi dengan cara menganalisis rangkaian kata-kata yang digunakan berdasarkan suasana atau nuansa, irama, dan pilihan kata.
Supaya dapat memahami, menanggapi, dan merefleksikan sebuah puisi yang dibacakan, kita harus benar-benar berkonsentrasi dalam menyimaknya.
Contoh:
Dengarkan baik-baik puisi yang dibacakan oleh gurumu berikut ini !
Derai Derai Cemara
Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi dulu memang ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
Sebelum ada akhirnya kita menyerah
Chairil Anwar
Puisi dapat memperkaya kerohanian manusia dengan nilai-nilai yang dipandang bermanfaat. Puisi mengajari manusia untuk misalnya bersikap jujur, bersahaja, rendah hati, adil, bertanggung jawab, setia, dan penyayang. Nilai-nilai tersebut dapat melekat sebagai ciri kepribadian melalui proses refleksi. Merefleksikan puisi sama dengan menghubungkan serta mengaktualisasikan makna puisi dalam bentuk perenungan, pemikiran, atau tingkah laku. Merefleksikan puisi dilakukan setelah kita benar-benar memahami isi puisi secara tepat. Memahami puisi dapat dilakukan dengan pemaknaan dan pengungkapan isi puisi dengan cara menganalisis rangkaian kata-kata yang digunakan berdasarkan suasana atau nuansa, irama, dan pilihan kata.
Supaya dapat memahami, menanggapi, dan merefleksikan sebuah puisi yang dibacakan, kita harus benar-benar berkonsentrasi dalam menyimaknya.
Contoh:
Dengarkan baik-baik puisi yang dibacakan oleh gurumu berikut ini !
Derai Derai Cemara
Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi dulu memang ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
Sebelum ada akhirnya kita menyerah
Chairil Anwar
MENULIS KREATIF PUISI BERKENAAN DENGAN KEINDAHAN ALAM
MENULIS KREATIF PUISI BERKENAAN DENGAN KEINDAHAN ALAM
Puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan secara imajinatif dengan memanfaatkan diksi (pilihan kata) atau unsur puisi lainnya. Puisi merurupakan salah satu bentuk karya sastra, memiliki muatan pesan yang disampaikan oleh penciptanya. Bahasa dalam puisi yang menarik dituangkan dalam bentuk baris atau bait. Setiap puisi pada prinsipnya ingin menyampaikan pesan penyair kepada pembaca.
Puisi merupakan karya seni yang erat hubungannya dengan bahasa jiwa. Tersusun dengan kata-kata yang indah sebagai hasil curhatan lewa media tulis yang bersifat imajinanif oleh pengarangnya untuk menyoroti aspek kehidupan yang dialaminya.
Kemampuan menulis puisi adalah suatu proses. Semakin sering kita berlatih tentu kemampuan kita menulis semakin baik. Hal demikian kita dituntut untuk tidak ragu, tidak malu, dan tidak malas dalam menulis puisi. Cara berlatih puisi adalah sebagai berikut.
1. Mengamati lingkungan atau gambar-gambar keindahan alam. Kita bisa menemukan benda-benda di sekitar kita misalnya gambar jalan yang penuh dengan kendaraan, tanaman yang subur. Semua itu dapat diungkapkan apa adanya, namun kita juga bisa mengungkapkan dengan bahasa yang indah.
2. Mengidentifikasi pilihan kata atau kelompok kata yang berkaitan dengan keindahan alam.
3. Menyusun larik-larik puisi berdasarkan pilihan kata yang sudah teridentifikasi.
Dalam menulis puisi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Menetukan tema.
2. Menetapkan suasana puisi.
3. Mendaftar kata-kata yang dianggap cocok.
4. Memiliki diksi yang tepat.
5. Menulis puisi secara utuh.
Contoh :
inilah pelaratan luas
tempat aku berdansa dan bercumbu semesta
lambai-lambai daun kelapa, bisik-bisk kerisik
debur ombak, hembus angin
inilah altar
tempat aku dipersembahkan
menjadi karang, nelayan
mereka letak bintang
nyanyian burung, ikan-ikan, lokon-lokan
bermutiara
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Subscription
Search this blog
Labels
Popular Posts
-
CARA MEMBUKA DAN MENUTUP MICROSOFT WORD Membuka microsoft Word ada tiga cara membuka microsoft word , yaitu : Melalui Menu start ...
-
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia adalah organisasi yang bergerak dalam bidang penegakan HAM. YLBHI sebagai lembaga yang bergerak dala...
-
Pencintraan / pengindraan adalah proses pemilihan atau penyususnan kata yang dapat membangkitkan pengalaman sensoris (indrawi) seperti pengl...
-
Persebaran Iklim di Indonesia Indonesia terletak di antara 231⁄2oLU - 231⁄2oLS sehingga disebut dengan tropis. Menurut Koppen, daerah tropis...
-
PENGERTIAN KOEFISIEN, VARIABEL, KONSTANTA, DAN SUKU 1. Variabel Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui n...
-
Syarat – syarat Salat Jum’at 1. Syarat Wajib Salat Jum’at Syarat wajib salat jum’at adalah hal-hal yang menyebabkan seseorang wajib untuk...
-
MATEMATIKA HIMPUNAN 1. Diketahui : A = { Bilangan genap antara 30 dan 100} dan B = { Bilangan kuadrat yang lebih dari 25 }. a....
-
Sifat Fisis Atmosfer Salah satu objek geografi adalah atmosfer. Apa atmosfer itu ? Di atas permukaan bumi terdapat lapisan udara. Lapisan ud...
-
Misi Dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah A. Kerasulan Nabi Muhammad untuk Menyempurnakan Akhlak Pada dasarnya semua rasul membawa sejumlah ...
-
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dibentuk berdasarkan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Keppres No. 77 Tahun 2003....
Diberdayakan oleh Blogger.



